Home / Uncategorized

Kimia’ al-Sa’adah dan Ramadhan : Piranti Menggapai Sifat Malakutiyah (Part 3)

Saturday, 9 March 2024 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Sebagai manusia ada atribusi yang melekat dan tidak bisa lepas, ia sebagai hamba Tuhan. Sebagai makhluk dan ciptaan-Nya manusia harus benar-benar tunduk dan patuh atas segala titahnya.

Tidak ada tujuan lain tuhan menciptakan golongan jin dan manusia kecuali hanya taat dalam beribadah pada-Nya. Seorang muslim yang taat, mereka tentu saja menginginkan terus menghamba kepada Allah swt dengan sebaik-baiknya baik pada akumulasi kuantitas ibadah dan kualitas dari ibadah itu sendiri.

Itulah atribusi dan misi seorang muslim, ia sebagai hamba (abdullah) yang senantiasa taat dan patuh pada-Nya.

Penting untuk disadari bersama, ketaatan kita kepada Allah bukan karena Allah butuh untuk disembah. Justru sebaliknya, manusia menyembah dan taat kepada Allah karena kita sebagai manusia yang butuh menyembah-Nya.

Sekalipun manusia dilengkapi nafsu yang mendorong untuk semakin jauh radius ketaatan pada-Nya. Namun manusia harus berusaha dekat dan taat layaknya malaikat yang senantiasa berada dalam ketaatan pada Rabbnya.

KH. Cholil Nafis, Lc., Ph.D dalam karyanya Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan menyebutkan gambaran manusia memiliki sifat malaikat ini sebenarnya sudah diulas oleh Imam Al-Ghazali dalam kimia’ al-sa’adah. Menurut ulama berjuluk hujjatul islam tersebut manusia terdiri tiga sifat, sifat ketiga manusia adalah sifat malakutiyah (malaikat).

Malaikat adalah makhluk Allah yang paling taat. Mereka tidak dikaruniai nafsu. Maka tugas utama mereka adalah menjalankan apa yang Allah perintahkan, dan menjauhi apa yang Allah larang (Qs: Al-Tahrîm/66: 6).Malaikat adalah makhluk spiritual, makhluk yang terbuat dari unsur-unsur kebaikan.

Maka ketika manusia mampu bersikap dan berperilaku seperti layaknya malaikat, maka akan terpancar dalam hidupnya sebagai orang yang memiliki cahaya kebaikan dan spiritual yang tinggi.

Mungkinkah manusia bisa menggapai sifat malakutiyah ini sedangkan dalam diri manusia ada anasir nafsu dan malaikat sendiri tidak memiliki nafsu? Tentu bisa, bahkan manusia bisa melebihi malaikat seperti Rasulullah saw.

Tentu itu hanya spesial untuk Rasulullah saw, jika tidak bisa persis dengan malaikat setidaknya mendekati bagaimana ketaatan malaikat pada Allah swt. Salah satu piranti atau sarana untuk menggapai sifat malakutiyah (malaikat) ini adalah puasa Ramadhan.

Lapar (al-ju’u) — seperti pada puasa Ramadhan — salah satu pilar spritualitas yang dilakoni para sufi. Imam Al-Ghazali menuturkan waktu yang tersita berkaitan dengan makanan bisa diisi dengan ketaatan dan beribadah kepada Allah seperti berdzikir.

Berzikir dan bertasbih ini adalah kebiasaan malaikat. Disinilah dengan Ramadhan ada sarana mengantarkan manusia pada sifat malakutiyah

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor
Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai
Prof Sahiron: Lebih Banyak Profesor di Kampus akan Bagus Akreditasinya
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Baca Lainnya

Friday, 18 September 2026 - 23:07 WIB

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Friday, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 14:35 WIB

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 September 2026 - 13:28 WIB

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading