Kimia’ al-Sa’adah & Ramadhan : Piranti Mengendalikan Sifat Bahimiyah (Part 1)

Saturday, 9 March 2024 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo by Sam Rana on <a href=Pexels.com" width="800" height="533" />

Photo by Sam Rana on Pexels.com

Frensia.id – Manusia sebagai mahluk ciptaan Allah setidak-tidaknya memiliki banyak peranan dalam berbagai dimensi. Pertama manusia hahekatya mahluk sebagai hamba Allah.

Sebagai hamba Allah saw dan sebagai mahluk ciptaan-Nya manusia tanpa tawar harus tunduk dan patuh pada-Nya.

Kedua, manusia juga mahluk biologis (bilogical being). Manusia diklaster sebagai mahluk biologis karena ia memiliki raga yang bisa melakukan segala aktivitas fisik, ia tumbuh dan berkembang dan memerlukan makanan. Pada level ini hakikat manusia akan berakhir dan mengalami kematian.

Jika hanya berhenti pada level kedua ini, maka hakekat manusia tak ubahnya seperti binantang, mengkonsumi makanan, berkembangbiak, berhubungan seks dengan lawan jenis, bahkan memangsa lainnya untuk bertahan hidup dan pupus dalam kematian.Tuhan tentu saja tidak menciptakan manusia pada level ini saja.

Baca Juga :  Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Konservatisme Menggerus Independensi Lembaga Negara

KH. Cholil Nafis, Lc., Ph.D dalam Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan menyebutkan gambaran manusia memiliki kebinatangan ini sebenarnya sudah diulas oleh Imam Al-Ghazali dalam kimia’ al-sa’adah.

Menurut ulama berjejuluk hujjatul islam tersebut manusia terdiri tiga sifat pertama sifat bahimiyah (kebinatangan). Binatang memiliki tugas hidup, makan, minum, tidur, berhubungan seks, bertengkar dengan sesamanya dan lain-lain

Tugas-tugas hidupnya terkait dengan unsur jasmaniah, fisikal, yang dibantu oleh daya insting-nya. Jika keseharian kita hanya mampu melakukan seperti sifat yang dimiliki oleh binatang, maka hidup ini persis seperti binatang. Tidak memiliki makna apapun kecuali hanya kesenangan material.

Sekali lagi Tuhan sedang tidak menciptakan kita manusia hanya sebatas itu. Sebagai hamba yang berburu kesenangan material an-sich. Bahkan jika tidak bisa dikendalikan sifat kebinatangan manusia ini lebih menakutkan dari binatang sendiri.

Baca Juga :  "Falaisa 'Indahu Fulus Fahuwa Mamfus", Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul

Sebuas-buasnya singa misalnya ia hanya memangsa seekor kijang saja untuk memenuhi perutnya. Namun manusia yang buas akan membunuh atau paling tidak memiskinkan ratusan orang dengan perilaku korupnya.

Sifat bahimiyah (kebinatangan) pada manusia seperti di gambarkan Imam al-Ghazali bukan buruk dan lantas dijauhi, Tidak. Namun sifat ini harus di kendalikan.

Piranti yang Allah swt sediakan bagi manusia untuk mengendalikan sifat bahimiyah (kebinatangan) ini adalah puasa Ramadhan.

Puasa (Ramadhan) yang dijalani manusia harus mampu mengendalikan tiga dasar kebutuhan hidup manusia; makan, minum dan hubungan seksual. Nafsu perut dan nafsu seksualitas merupakan tahapan pengendalian paling dasar puasa.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

David Robie, Periset Yang Pernah Utarakan Standar Kebebasan Pers di Indonesia Bermasalah
Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam
Buntut Dugaan Keracunan Siswa, Satgas MBG Jember Tinjau SPPG Umbulsari
Konferensi Akademik di UGM Bahas Masa Depan Demokrasi, Soroti Relasi Polisi, Militer, dan Gerakan Sosial
UIN KHAS Jember Berduka! Pakar Ilmu Komunikasi Islam Wafat
UIN KHAS Jember Bantah Dugaan Korupsi KIP-K, LKBHI: Tidak Ada Mens Rea
SMP di Jember Liburkan Siswa Gegara Gedung Terendam Banjir
Unik! SPPG di Jember Kenakan Costum Power Rangers Saat Antarkan MBG

Baca Lainnya

Monday, 9 February 2026 - 20:33 WIB

David Robie, Periset Yang Pernah Utarakan Standar Kebebasan Pers di Indonesia Bermasalah

Monday, 9 February 2026 - 20:12 WIB

Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam

Friday, 6 February 2026 - 16:22 WIB

Buntut Dugaan Keracunan Siswa, Satgas MBG Jember Tinjau SPPG Umbulsari

Wednesday, 4 February 2026 - 21:03 WIB

Konferensi Akademik di UGM Bahas Masa Depan Demokrasi, Soroti Relasi Polisi, Militer, dan Gerakan Sosial

Monday, 2 February 2026 - 11:43 WIB

UIN KHAS Jember Berduka! Pakar Ilmu Komunikasi Islam Wafat

TERBARU