Home / Uncategorized

Maqâshid Ash-Shiyâm, Hal Yang Harus Dijauhi Saat Puasa (Ramadhan) : Menyambung Puasa (Part 1)

Wednesday, 6 March 2024 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Sebagai ibadah yang diwajibkan bagi orang mukmin, puasa ramadhan harus benar-benar diparhatikan dari segala aspek. Terdapat hal-hal yang harus dijauhi saat menjalankan puasa.

Hal itu sebagaimana dirinci oleh Imam al-‘Izz bin Abdus Salam dalam kitab Maqâshid Ash-Shiyâm. Menurut ulama yang bergelar Sulthanul Ulama tersebut hal yang harus dijauhi saat puasa bagian pertama adalah menyambung puasa atau wishal.

Suatu hari di bulan puasa Ramadhan Rasulullah saw melakukan puasa wishal. Dimana Rasulullah saw berpuasa tanpa sahur dan berbuka dua hari berturut-turut tanpa makan apapun. Apa yang dilakukan Nabi ditiru oleh para sahabat. Namun Rasulullah saw melarang melakukan wishal.

Imam al-‘Izz bin Abdus Salam menempatkan puasa wishal hal yang harus dijauhi sebagaimana didasarkan riwayat Abu Hurairah berkata, “Rasulullah saw. melarang wishal, kemudian ada seorang muslim berkata, ‘Ya Rasulullah, tapi engkau berpuasa wishal.

Maka Rasulullah bersabda,“Siapakah di antara kamu yang seperti aku? Sungguh aku bermalam, sedangkan Tuhanku memberiku makan dan minum.”

Ketika mereka tidak mau berhenti wishal, beliau pun menemukan mereka melakukan wishal hari demi hari, lalu mereka melihat hilal. Maka Rasulullah bersabda: “Andaikan hilal terlambat, niscaya aku menambah puasa kalian.”

Maqhasid atau maksud dan tujuan dilarangnya puasa wishal meskipun dilakukan Nabi seperti diungkap Imam al-‘Izz bin Abdus Salam karena wishal akan berdampak melemahkan tenaga dan melemahkan tubuh padahal itu bukanlah ibadah.

Selanjutnya al-‘Izz bin Abdus Salam menambahkan sedangkan Rasulullah saw meskipun secara hakiki makan dan minum beliau ada di sisi Tuhannya, tapi beliau tidak berpuasa Meskipun.

Rasulullah menyebut makan dan minum untuk mengungkapkan kuatnya rasa damai bersama Allah dan bahagia di dekat-Nya, hal ini telah mewakili makan dan minum dalam menyegarkan tenaga, bahkan lebih kuat dibanding makanan dan minuman.

Aku terdiam dari segala kenikmatan selamanya Pada hari bertemu-Mu, itulah hariku buka puasa Aku merasakan kenikmatan-Mu dalam perut Bukan karena makanan atau minuman

Sungguh luar biasa dan Istimewa Rasullullah saw dalam menyegarkan tenaganya tidak harus dengan makan dan minum namun ketika bersama atau bertemu dan berdekatan dengan Rabb-nya. Tentu ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang istimewa seperti para kekasih Allah dan terkhusus serta terspesial oleh Rasulullah saw.

Oleh karena bagi kita umatnya hukum puasa wishal adalah makruh atau dibenci Allah karena puasa wishal akan berpotensi memberikan bahaya. Bahkan bisa haram jika sampai membahayakan jiwa karena itu bertentangan hidz nafs (menjaga jiwa).

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol
“NU Kuat, Indonesia Kuat; NU Berkhidmat, Indonesia Bermartabat”, Pesan Prabowo di Muktamar ke-35 NU
Prabowo Ingin Kartu NU di Muktamar ke-35, Gus Yahya Disebut Masih “Berutang”
Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”
PSI Jember Tegaskan Kantor Baru Hasil Gotong Royong Kader, Tak Gunakan Aset Pemkab
Pertaruhkan Jabatan, Pimpinan DPR Janji RUU Perampasan Aset Diketok 15 Desember 2026
Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo
Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Putra KH. Wahab Chasbullah Tegaskan Islam, Negara, dan NU Tak Terpisahkan

Baca Lainnya

Friday, 28 August 2026 - 07:28 WIB

Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol

Thursday, 27 August 2026 - 23:44 WIB

“NU Kuat, Indonesia Kuat; NU Berkhidmat, Indonesia Bermartabat”, Pesan Prabowo di Muktamar ke-35 NU

Thursday, 27 August 2026 - 23:26 WIB

Prabowo Ingin Kartu NU di Muktamar ke-35, Gus Yahya Disebut Masih “Berutang”

Thursday, 27 August 2026 - 23:16 WIB

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”

Thursday, 27 August 2026 - 23:11 WIB

PSI Jember Tegaskan Kantor Baru Hasil Gotong Royong Kader, Tak Gunakan Aset Pemkab

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading