Frensia.id- Jajaran Satkoryon Banser Umbulsari turun langsung ke lokasi bencana banjir di desa Curah Malang kecamatan Rambipuji pada Jum’at (13/02/26) untuk Berjibaku melakukan pembersihan di lokasi yang terdampak banjir.
Air yang sempat menggenang akibat meluapnya sungai Bedadung, meskipun memiliki intensitas surut yang cepat, ternyata meninggalkan lumpur di beberapa titik strategis. Salah satunya adalah di Pondok Pesantren Al-Misri, yang berlokasi di dusun Gumuksari RT 36 RW 08 Desa Curah Malang Kecamatan Rambipuji.
Kasatkoryon Banser Umbulsari, Sahabat Asrofi mengerahkan personilnya untuk terjun langsung ke lapangan sebagai relawan yang siap membantu korban terdampak banjir.
Kami datang ke lokasi bencana di Curah Malang merasa terpanggil dari jajaran Satkoryon Banser Umbulsari untuk ikut membantu,” terang Sahabat Asrofi saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Misri.
Berdasarkan hasil peninjauan dari jajaran Satkoryon Banser Umbulsari, Komandan Asrofi menjelaskan terkait dengan pembersihan di lokasi Pondok Pesantren AL-Misri, air banjir luapan dari sungai Bedadung sempat masuk dan menggenang di kelas-kelas.
Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan arus sungai Bedadung yang tidak menentu, Sahabat Asrofi turut menghimbau kepada masyarakat sekitar yang berada di lokasi rawan.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, karena ini musim hujan untuk tidak membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan penyumbatan saluran air,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pria yang telah dua dasawarsa lebih berkhidmat di NU sebagai anggota Banser menyampaikan harapannya agar kejadian seperti ini, menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi.
“agar kejadian terhadap umumnya di nasional Indonesia khususnya di daerah ini semoga ini bencana yang terakhir dan kedepannya bisa aman sehingga dalam proses pembelajaran di pesantren ini bisa sesuai dengan harapan,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akan tetapi menurut Ketua Yayasan PP AL-Misri, Gus Abdus Syukur beberapa bangunan mengalami rusak parah, diantaranya aspal depan sekolah yang tergerus habis oleh banjir, tembok pagar roboh akibat terjangan arus air dan keramik pesantren mengalami retak.
Menjadi harapan bersama, kejadian banjir yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa terkendali ini semoga tidak datang kembali.







