Minum Kopi Di Starbucks, Disebut Periset Hanya Sosialisasi dan Gaya Hidup

Wednesday, 17 July 2024 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Minum Kopi Di Starbucks, Disebut Periset Hanya Sosialisasi dan Gaya Hidup (sumber: Imam/AI)

Gambar Minum Kopi Di Starbucks, Disebut Periset Hanya Sosialisasi dan Gaya Hidup (sumber: Imam/AI)

Frensia.id- Minum kopi di Starbucks, merupakan hal biasa di masyarakat perkotaan kelas menengah ke atas. Ternyata, oleh periset hal demikian disebut-sebut hanya sebagai sosialisasi dan gaya hidup.

Salah penelitian yang berupaya mengkaji fenomena minum kopi di cafe yang lagi tenar ini, adalah sejumlah akademisi dari Universitas Singaperbangsa Karawang. Mereka adalah Hagi Farizi, Mayasari Kurniawan dan Rastri Kusumaningrum.

Temuan mereka telah diterbitkan dalam bentuk jurnal pada tahun 2023 lalu. Penerbitnya adalah Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan.

Riset mereka berupaya mengurai konstruksi makna dan perilaku meminum kopi di Starbucks Coffee. Tepat lokasi yang dipilih sebagai situsnya adalah Starbucks DT Galuhmas Karawang.

Demi menghasilkan temuan yang sistematis, mereka memakai teori fenomenologi Alfred Schutz. Gagasan tokoh besar fenomenologi ini diupayakan untuk membaca subjektifitas pelanggan yang meminum kopi di Starbucks.

Baca Juga :  Selep Daging di Pasar Pelita Baru Jember Ramai Diserbu Warga Jelang Lebaran 2026

Setelah melakukan kajian yang mendalam, mereka menemukan fakta bahwa para pelanggan memberikan makna khusus pada aktivitas minum kopi di Starbucks. Jadi tidak memiliki makna yang sesungguhnya, atau lebih dari sekadar konsumsi minuman.

Mayoritas mereka berpendapat bahwa Starbucks adalah tempat penting untuk bersosialisasi dan merupakan bagian dari gaya hidup modern. Melakukannya bisa mendapatkan pengalaman sosial dan simbol status.

Simbol status tentu menjadi sangat lumrah pada dunia modern saat ini. Di tengah interaksi dengan teman, kolega, atau bahkan bekerja di lingkungan yang nyaman dan berkelas, adalah nilai tambah yang dirasa sangat membanggakan.

Baca Juga :  Muspika Kalisat Tegur Pihak SPPG Gegara Telur Puyuh Mentah di Menu MBG

Di samping itu, suasana yang ditawarkan oleh Starbucks, termasuk desain interior, musik, dan pelayanan, dianggap oleh mereka sebagai tempat yang cocok untuk bersantai. Bahkan untuk menjalani gaya hidup sebagai kaum urban yang bahagia.

Temuan penelitian ini telah menunjukkan perilaku minum kopi di Starbucks tidak hanya soal rasa kopi. Tapi ada dimaknai berbeda oleh para pelanggannya.

Titik pemaknaannya adalah pada terbentuknya identitas sosial dan personal mereka. Bagi mereka ngopi di Starbucks bukan untuk mencari kopi yang enak di lidahnya.

Hal yang perlukan sebagai masyarakat urban adalah nilai tambah saat meminum kopi. Nilai tambah demikian yang berhubungan sosialisasi dan juga gaya hidup.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Selep Daging di Pasar Pelita Baru Jember Ramai Diserbu Warga Jelang Lebaran 2026
Permintaan Oleh-oleh Khas Jember Meningkat hingga 100 Persen Jelang Lebaran 2026
Lakukan Uji Lab 25 Takjil Secara Acak, BPOM Pastikan Takjil di Alun-alun Bebas Boraks-Formalin
Es Teler Teko, Minuman Viral yang Sudah Berdiri 9 Cabang di Jember
Penjual Es Buto Ijo Raih Omzet Rp 300-500 Ribu Per Hari Selama Bulan Ramadan
Bakso Tulangan Iga di Jember Ramai Pengunjung Saat Ramadan
Pedagang Nasi Goreng Jember Tewas Tertabrak Pemobil Ngantuk
Muspika Kalisat Tegur Pihak SPPG Gegara Telur Puyuh Mentah di Menu MBG

Baca Lainnya

Sunday, 15 March 2026 - 15:50 WIB

Selep Daging di Pasar Pelita Baru Jember Ramai Diserbu Warga Jelang Lebaran 2026

Friday, 13 March 2026 - 21:50 WIB

Permintaan Oleh-oleh Khas Jember Meningkat hingga 100 Persen Jelang Lebaran 2026

Tuesday, 3 March 2026 - 18:23 WIB

Lakukan Uji Lab 25 Takjil Secara Acak, BPOM Pastikan Takjil di Alun-alun Bebas Boraks-Formalin

Monday, 2 March 2026 - 21:44 WIB

Es Teler Teko, Minuman Viral yang Sudah Berdiri 9 Cabang di Jember

Saturday, 28 February 2026 - 17:56 WIB

Penjual Es Buto Ijo Raih Omzet Rp 300-500 Ribu Per Hari Selama Bulan Ramadan

TERBARU

Polisi saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) (Foto: Istimewa).

News

Mobil Suzuki Forsa Terbakar di SPBU Sempolan Jember

Saturday, 28 Mar 2026 - 21:07 WIB

Polisi dan petugas rumah sakit saat evakuasi korban yang terseret ombak (Foto:  Istimewa).

News

Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Pantai Paseban Jember

Saturday, 28 Mar 2026 - 16:56 WIB

Polisi saat mencari korban yang terseret ombak di Pantai Papuma (Foto: Istimewa).

News

Pemuda Asal Cianjur Hilang Terseret Ombak Papuma Jember

Saturday, 28 Mar 2026 - 16:50 WIB