Munaslub Kadin Diduga Rekayasa, Media Dihalang-halangi Meliput

Monday, 16 September 2024 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Munaslub Kadin Diduga Rekayasa, Media Dihalang-halangi Meliput (Sumber: Frensia/Ilustrasi)

Gambar Munaslub Kadin Diduga Rekayasa, Media Dihalang-halangi Meliput (Sumber: Frensia/Ilustrasi)

Frensia.id- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin Indonesia yang menunjuk Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum tidak sah, 15/09/2024. Tampaknya ada konflik internal Kadin yang terus memanas.

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pandangannya mengenai konflik belakangan ini menjadi sorotan. Menurut Rocky, tujuan utama dari Munaslub tersebut bukanlah untuk melengserkan Arsjad Rasjid sebagai Ketua Umum Kadin, melainkan untuk memilih ketua Kadin yang baru.

Rocky Gerung menegaskan bahwa pencarian kesalahan Arsjad Rasjid sebagai alasan untuk melaksanakan Munaslub tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku di Kadin. Ia menilai bahwa upaya untuk mengganti kepemimpinan dengan alasan yang tidak berdasar bisa dianggap tidak sah dan bertentangan dengan prinsip-prinsip organisasi.

Baca Juga :  DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir

Menurut Rocky, Munaslub seharusnya dilakukan untuk memilih pemimpin yang baru melalui proses yang transparan dan sesuai dengan ketentuan organisasi, bukan sebagai alat untuk menyingkirkan pemimpin yang ada dengan alasan yang tidak jelas.

Rasjid tidak salah menurut Rocky. Ada yang membuatnya layak untuk dilengserkan.

“Munaslub itu karena direkayasa untuk dilengserkan bukan karena dia (Arsjad) berbuat salah,” ungkapnya.

Di samping kabar tersebut, dalam tempat dan waktu yang berbeda, kabar rekayasa ini semakin kuat, sebab ada tindakan-tindakan menghalangi pers untuk meliput.

Menurut Rasjid, terdapat pihak-pihak tertentu yang menghalangi penyelenggaraan konferensi pers untuk menyikapi isu tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Media Indonesia pada media X, @mediaindonesia, 15/09/2024, Rencana awalnya, konferensi pers diadakan di Menara Kadin, Jakarta, pada pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Tanggapan DPRD Soal 3 Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban Kekerasan

Namun, saat tim Media Indonesia tiba di lokasi, terlihat adanya penghalangan dari petugas berbaju hitam di pintu gerbang masuk, yang menandakan adanya ketegangan dan masalah dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Menurut Rasjid, tindakan penghalangan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah publikasi informasi mengenai ketidakabsahan Munaslub yang mengangkat Anindya Bakrie. Dalam pernyataan tersebut, Rasjid menegaskan bahwa keputusan Munaslub yang dilakukan tanpa proses yang sah dan transparan tidak dapat diakui.

Situasi ini menambah ketegangan di internal Kadin Indonesia, yang saat ini tengah mengalami perpecahan mengenai kepemimpinan organisasi. Arsjad Rasjid menilai bahwa proses yang tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dapat memengaruhi legitimasi keputusan dan merugikan reputasi Kadin sebagai organisasi bisnis terkemuka di Indonesia. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan
Tanggapan DPRD Soal 3 Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban Kekerasan
Tag :

Baca Lainnya

Friday, 30 October 2026 - 20:15 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa

Friday, 30 October 2026 - 18:18 WIB

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

Monday, 26 October 2026 - 14:07 WIB

DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading