Partisipasi Pemilih Rendah, PPK Jenggawah: Serangan Fajar Lemah

Thursday, 28 November 2024 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyelenggara Pilkada Serentak 2024 Desa Jatisari bersama Kepala Desa dan TNI-POLRI (Sumber: frensia.id/ Faiq Al Himam)

Penyelenggara Pilkada Serentak 2024 Desa Jatisari bersama Kepala Desa dan TNI-POLRI (Sumber: frensia.id/ Faiq Al Himam)

Frensia.id – Partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024 di Kecamatan Jenggawah terlihat cukup rendah.


Hal itu menurut Faisol, salah satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jenggawah dikarenakan serangan fajar lemah atau kurang ramai pada pemilihan bupati dan gubernur.


Serangan fajar merujuk pada uang yang diberikan oleh peserta pemilihan kepada pemilih untuk memberikan pilihannya pada sesaat atau pagi hari sebelum melakukan pencoblosan.


“tidak ada ceritanya, Pilkada itu antusias masyarakat lebih besar dari Pemilu dan Pileg,” ujar Faisol saat memantau pengiriman logistik Pemilihan ke kecamatan di Desa Jatisari, pada Rabu (27/11) malam.


Sebagai contoh, tingkat partisipasi desa yang saat ia kunjungi itu hanya mencapai 52 persen, padahal pada Pilpres atau Pileg kemarin hampir mendekati 80 persen.

Baca Juga :  Jember Darurat Stunting-Kematian Ibu, Bupati Fawait Terjunkan 1.200 Nakes ke Desa

Hal itu menurutnya, dalam Pemilu pada Februari lalu uang yang dibagikan pada masyarakat cukup banyak. Sehingga, tidak heran jika ia berkesimpulan partisipasi masyarakat Jenggawah masih dipengaruhi oleh politik uang.


“Orang-orang sini kalau tidak ada uangnya, tidak mau mencoblos”, lanjutnya.


Apalagi dalam gelaran pilkada kali ini, menurutnya masing-masing calon cukup berkomitmen untuk menolak politik uang.


Berbeda dengan PPK Jenggawah, penyelenggara tingkat desa alias PPS Jatisari, Na’imurrohman menyampaikan bahwa rendahnya partisipasi pemilih di desanya karena warga banyak tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.


Ia juga mengungkap bahwa ada sekitar 600 undangan yang tidak diterimakan atau surat undangan kembali karena tidak ada orangnya karena sedang bekerja.

Baca Juga :  Gus Fawait Genjot Sektor Pertanian Jember, Anggaran 2025 Pecahkan Rekor 4 Dekade!


Hal yang sama juga disampaikan Hanapi, Pengawas Kelurahan atau Desa (PKD) Jatisari, ia menilai masyarakat di desanya saat ini banyak yang merantau ke luar kota, dan memilih untuk tidak pulang melakukan pencoblosan.


Selain itu, kepala desa setempat, Haris Thursina beranggapan bahwa rendahnya partisipasi pemilih di desanya karena sebagian swasta yang masih mewajibkan masuk kerja.


“anak saya pun tidak mencoblos hari ini, karena sedang dinas di rumah sakit swasta”, ungkap Haris.


Sekalipun begitu, ia mengakui pihaknya kurang melakukan sosialisasi dengan maksimal. Sehingga penurunan jumlah pemilih di desanya tidak dapat terhindari.


“Pilkada memang beda dengan pemilihan-pemilihan lainnya, seperti Pilpres, pileg hingga Pilkades,”

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tim Pemprov Jatim Tinjau Kerusakan Infrastruktur Pasca-Banjir di Jember Pagi Ini
Kerja Senyap Bupati Jember Atasi Bencana, Tim Pemprov Jatim Langsung Tinjau Infrastruktur Rusak
Kunjungi Karsa City Lab, Anies Berharap Membantu Kemajuan Kota-Kota Di Indonesia
Sederet Strategi Bupati Fawait Tangani Angka Kemiskinan Ekstrem di Jember
Datang ke Jember, Wamendagri Bima Arya Dorong Desa di Jember Mandiri dan Optimalkan Insentif Pusat
Bupati Fawait Sebut Perputaran Ekonomi Harus Terjadi di Desa untuk Tekan Angka Kemiskinan di Jember
Respon Mitigasi Bencana, Gus Rivqy Dorong Pertamina Reaktivasi Depo BBM di Jember
Perkuat Pelayanan Publik, Imigrasi Jember Resmi Canangkan Pembangunan ZI Menuju WBBM

Baca Lainnya

Sunday, 15 February 2026 - 20:00 WIB

Tim Pemprov Jatim Tinjau Kerusakan Infrastruktur Pasca-Banjir di Jember Pagi Ini

Sunday, 15 February 2026 - 10:40 WIB

Kerja Senyap Bupati Jember Atasi Bencana, Tim Pemprov Jatim Langsung Tinjau Infrastruktur Rusak

Saturday, 14 February 2026 - 00:05 WIB

Kunjungi Karsa City Lab, Anies Berharap Membantu Kemajuan Kota-Kota Di Indonesia

Friday, 13 February 2026 - 16:14 WIB

Sederet Strategi Bupati Fawait Tangani Angka Kemiskinan Ekstrem di Jember

Friday, 13 February 2026 - 12:59 WIB

Datang ke Jember, Wamendagri Bima Arya Dorong Desa di Jember Mandiri dan Optimalkan Insentif Pusat

TERBARU

Foto: Istimewa. Gambar Telur Puyuh Ditimbang di Salah Satu SPPG

Regionalia

Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Monday, 16 Feb 2026 - 21:48 WIB

Foto: Istimewa. Salah satu lokasi terdampak banjir.

Regionalia

Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

Sunday, 15 Feb 2026 - 15:09 WIB