Mangli, Frensia.id – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember banyak diserbu warga karena rasa panik (panic buying) atas isu kelangkaan BBM.
Salah satu warga Jember, Budi, berprofesi sebagai driver mengaku, bahwa dirinya ikut mengantre BBM, karena beredarnya isu dampak perang di Timur Tengah.
“Ada isu langkanya BBM karena dampak perang, dampaknya perang Iran sama Israel,” kata Budi pada Jum’at, 6 Maret 2026.
Menurut Budi, isu kelangkaan BBM mendekati hari raya memang sudah hal lumrah.
“Ya sudah wajarlah hampir hari raya yang macet ini antre BBM. Seharusnya ya tidak seperti ini. Seperti biasa-biasa saja. Soalnya di kota lain juga tidak begitu,” kata Budi, saat ditemui di SPBU Pertamina, Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Berbeda dengan Alfina, Mahasiswi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, yang juga ikut mengantre BBM, setelah menerima informasi dari konten media sosial dan pihak keluarganya.
“Dari TikTok. Dari Ibu juga tadi malam sudah nelpon kalau misalnya bensin udah langka gitu katanya,” katanya.
Alfina yang beralamat Sumbersari itu, menjelaskan ikut mengantre BBM agar kendaraannya kebagian bensin.
“Ngewar (berburu) bensin takutnya tidak kebagian nanti. Katanya masih lama adanya bensin. Jadi antre sekarang,” kata dia.







