Frensia.Id- Seorang perempuan berinisial ST (66), warga Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat, Jember ditemukan tewas di KM 210+8/9 petak jalan antara Stasiun Kotok dan Stasiun Kalisat.
ST meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api 250b (Logawa) relasi Purwokerto-Jember.
Menurut Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, peristiwa itu terjadi pada pukul 08:24 WIB. Berdasarkan keterangan dari masinis, kata dia, saat itu, ST berada di sisi kiri jalur kereta api saat KA Logawa melintas.
“Berdasarkan laporan masinis, terdapat seorang warga yang berada di sisi kiri jalur kereta api saat rangkaian KA (Kereta Api) Logawa melintas,” katanya, Jum’at (9/1/2026).
Selanjutnya kata dia, masinis juga sudah membunyikan klakson lokomotif berkali-kali. Namun ST tidak menjauh dari jalur Kereta Api.
“Dikarenakan jarak yang sudah terlalu dekat, insiden kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki dengan KA tidak bisa terhindarkan,” ujarnya.
Korban tertemper dan tergeletak tidak jauh dari jalur rel kereta api. Kemudian, petugas stasiun terdekat bersama jajaran Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) segera menuju lokasi kejadian.
“Kami melakukan pengamanan jalur serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat,” paparnya.
Korban yang ditemukan tergeletak segera dievakuasi oleh petugas KAI bersama pihak Polsek Kalisat. Cahyo mengimbau, agar masyarakat tidak berjalan di jalur kereta api karena bukan area publik.
“Harap berhati-hati dan mengedepankan aspek keselamatan. Jalur rel kereta api bukan area publik,” tandasnya.







