Frensia.id – Berdasarkan hitung cepat atau quick count pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo-Gibran unggul di enam lembaga survei di Indonesia.
Enam lembaga survei tersebut diantaranya, Poltracking Indonesia, Charta Politika, Lembaga Survei Indonesia, Cyrus Network, Lingkaran Survei Indonesia, dan Indikator.
Dari keenam lembaga survei tersebut perolehan suara Prabowo-Gibran rata-rata hampir mendekati 60 persen.
Tak mengherankan, jika Capres Prabowo Subianto menyampaikan pidato kemenangan atas hasil quick count di Istora Senayan Jakarta, Rabu (14/2) malam.
Dalam pidatonya yang berapi-api, tak jarang pendukung yang hadir meneriakkan sorakan-sorakan ketika disebutkan beberapa nama yang menjadi perhatian khusus.
Utamanya, saat disebutkan nama Megawati dan Jokowi, ketika menyampaikan terimakasih kepada semua presiden yang berjasa besar untuk Republik Indonesia.
Selain itu, pria yang masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan ini mengaku hampir mengenal baik ketujuh presiden Indonesia.
“Bung Karno saya tidak kenal, karena saya masih kecil. Tapi saya pernah diangkat (digendong) oleh Bung Karno, saya pernah diangkat”, akuinya.
“Kalau presiden kedua, saya ‘lumayan’ kenal juga”, lanjutnya disambut tawa pendukung yang hadir.
“Kenapa kalian ketawa?” tanya Prabowo, membuat suasana di ruangan menjadi riuh dengan gelak tawa.
“kalian ngga percaya?, tanyanya lebih lanjut.
Belum sempat melanjutkan kata-katanya, teriakan “Balikan, Balikan!!!” menggema dan membuat ia tidak tersendat-sendat melanjutkan kata.
Sementara itu, kemudian kamera menyorot perempuan setengah baya yang sedang tersenyum tersipu. Sebagaimana publik tahu bahwa beliau adalah putri dari Presiden Kedua, Titiek Soeharto yang pernah menjadi istri Prabowo.
Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto menikah pada Mei 1983 dan berpisah pada tahun Mei 1998 saat penggulingan Soeharto.
Dari pernikahan ini, mereka dianugerahi seorang putra semata wayang bernama Ragowo Hediprasetyo atau yang akrab disapa Didit Prabowo.
Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto pada Pemilu 2024 kali ini dipercaya oleh Prabowo untuk menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Isu keduanya ini sering ramai ketika Prabowo Subianto mencalonkan sebagai presiden, karena seorang Presiden seharusnya butuh Ibu Negara.
Dan, Titiek Soerhatolah yang kerap diisukan menjadi Ibu Negara saat nanti Prabowo resmi jadi Presiden.