Riset Etnomatematika Buktikan Ketupat di Desa Alasmalang Banyuwangi Memuat Konsep Geometri dan Satuan Tidak Baku

Sunday, 25 August 2024 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ketupat dengan konsep Matematika (Sam Ridwan/Frensia.id)

Ilustrasi Ketupat dengan konsep Matematika (Sam Ridwan/Frensia.id)

Frensia.id – Sejumlah peneliti asal Univeritas PGRI Banyuwangi telah buktikan bahwa pembuatan ketupat di Desa Alasmalang Banyuwangi memuat konsep geometri, satuan tidak baku, dan beberapa ilmu matematika terapan lainnya.

Ketupat sendiri adalah makanan tradisional khas masyarakat Indonesia, hampir 80% suku di Indonesia melestarikan pembuatan ketupat dalam ritual dan hari perayaan tertentu.

Hal yang menarik dibalik kebudayaan ini salah satunya adalah pembuatan ketupat yang ternyata dilandasi konsep teori matematika.

Seperti halnya penelitian Husnul Hotima dan Rachmaniah M. Hariastuti yang bertajuk “Ketupat Desa Alasmalang Banyuwangi: Menggali Matematika dalam Budaya” menyebutkan bahwa ketupat Jawa dan ketupat bawang memuat beberapa konsep matematika.

“…dalam ketupat bawang dan ketupat Jawa termuat konsep hubungan antar garis, sudut, geometri dua dimensi, geometri tiga dimensi, pengubian, volume bangun ruang dalam satuan tidak baku, serta pecahan,” tulis Husnul dan Rachmaniah dalam risetnya.

Baca Juga :  Es Teler Teko, Minuman Viral yang Sudah Berdiri 9 Cabang di Jember

Dua peneliti tersebut juga beranggapan bahwa riset etnomatematikanya kala itu memang bertujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran matematika berbasis budaya.

“Keberadaan konsep-konsep matematika dalam pembuatan ketupat merupakan hal yang menarik untuk diidentifikasi, yang selanjutnnya dapat menjadi dasar dalam pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya,” tulis Husnul dan Rachmaniah.

Secara spesifik penelitian ini juga menjelaskan bahwa ketupat yang dibuat di Desa Alasmalang ini memuat konsep matematika, diantaranya adalah hubungan antar garis (sejajar, berpotongan, dan berimpit), sudut (siku-siku, lancip, dan tumpul), bangun datar (persegi, segiempat tidak beraturan, dan belah ketupat).

Selain itu, beberpa ketupat Jawa juga dibangun atas konsep bangun ruang (prisma segiempat beraturan dan tidak beraturan), pengubian, pecahan (1/2), serta volume bangun ruang dengan satuan tidak baku.

Baca Juga :  Bakso Tulangan Iga di Jember Ramai Pengunjung Saat Ramadan

Berbagai mancap eksplorasi kebudayaan, khususnya makan tradisional dan anyaman telah banyak diidentifikasi menggunakan konsep matematika oleh peneliti lain. 

Dalam hal ini termasuk juga pembuatan ketupat  di Desa Alasmalang, yang kebanyakan menggunakan variasi ketupat dengan jenis ketupat tumpeng dan ketupat debleng. Namun masyarakat lokal lebih mengenalnya dengan sebutan ketupat Jawa dan ketupat Bawang. 

Hingga ini, belum banyak penelitian yang membahas tentang ketupat. Secara umum hanya ada 12 bentuk ketupat yang telah ditemukan, yakni ketupat jago, ketupat tumpeng, ketupat sidanglungguh, ketupat sari, ketupat bata, ketupat debleng, ketupat bage, ketupat pandawa, dan ketupat gatep. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Selep Daging di Pasar Pelita Baru Jember Ramai Diserbu Warga Jelang Lebaran 2026
Permintaan Oleh-oleh Khas Jember Meningkat hingga 100 Persen Jelang Lebaran 2026
Lakukan Uji Lab 25 Takjil Secara Acak, BPOM Pastikan Takjil di Alun-alun Bebas Boraks-Formalin
Es Teler Teko, Minuman Viral yang Sudah Berdiri 9 Cabang di Jember
Penjual Es Buto Ijo Raih Omzet Rp 300-500 Ribu Per Hari Selama Bulan Ramadan
Bakso Tulangan Iga di Jember Ramai Pengunjung Saat Ramadan
Pedagang Nasi Goreng Jember Tewas Tertabrak Pemobil Ngantuk
Muspika Kalisat Tegur Pihak SPPG Gegara Telur Puyuh Mentah di Menu MBG

Baca Lainnya

Sunday, 15 March 2026 - 15:50 WIB

Selep Daging di Pasar Pelita Baru Jember Ramai Diserbu Warga Jelang Lebaran 2026

Friday, 13 March 2026 - 21:50 WIB

Permintaan Oleh-oleh Khas Jember Meningkat hingga 100 Persen Jelang Lebaran 2026

Tuesday, 3 March 2026 - 18:23 WIB

Lakukan Uji Lab 25 Takjil Secara Acak, BPOM Pastikan Takjil di Alun-alun Bebas Boraks-Formalin

Monday, 2 March 2026 - 21:44 WIB

Es Teler Teko, Minuman Viral yang Sudah Berdiri 9 Cabang di Jember

Saturday, 28 February 2026 - 17:56 WIB

Penjual Es Buto Ijo Raih Omzet Rp 300-500 Ribu Per Hari Selama Bulan Ramadan

TERBARU

Tim alap-alap Polres Jember saat mengamankan pelaku pesta gay di Antirogo, Jember (Foto: Tangkapan Layar dari Instagram @Humas Polres Jember).

Criminalia

4 Pria Diamankan Polisi Saat Pesta Gay di Rumah Jember

Sunday, 15 Mar 2026 - 15:30 WIB