Frensia.id- Riset membuktikan! Sejumlah pantai diteliti Se-Situbondo dan ditemukan memiliki ragam Gastropoda ekosistem Mangrove. Yang terbanyak ternyata adalah Pantai Kampung Kerapu.
Riset disusun oleh kolaborasi akademisi dari sejumlah kampus. Mereka adalah Nova Maulidina Ashuri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indra Wirawan dari Dr. Soetomo University, Kesumaning Dyah Larasati dari pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim, Berlianny Ovina Jasmine, Supriyadi, Moh. Ilham Anshory, dan Wildan Al-Kautsar dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, serta Dwi Oktafitria yang berasal Universitas PGRI Ronggolawe.
Riset yang telah diterbitkan pada tahun 2022 ini mengukur kualitas gastropoda ekosistem Mangrove. Hasilnya dipublikasi dalam Binar (Biology Natural Resources Journal).
Gastropoda sendiri adalah komponen urgen pada ekosistem mangrove. Biasanya ada pada beberapa bagian tanaman mangrove. Bisa ada di di batang, akar, dan sedimen.
Bentuk fisiknya yang luas, membuat terjadinya proses dekomposisi serasah mangrove. Melalui hal demikian, gastropoda membantu menguraikan bahan organik, yang kemudian memperkaya tanah dan menyediakan nutrisi penting bagi tumbuh kembangnya mangrove dan organisme lainnya.
Peran multifaset ini menjadikan gastropoda elemen kunci dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ekosistem tanaman laut. Sehingga, keberadaannya juga akan mendukung efektivitas ragam Mangrove yang tumbuh dan berkembang biak.
Penelitian mereka bukan hanya mengungkap jumlah Gastropoda saja, namun juga membanding di antar beberapa pantai di Situbondo. Setidaknya ada tiga pantai yang mereka bandingkan yakni, pantai Kampung Kerapu, Pantai Bama dan Pantai Cemara Indah.
Berdasarkan hasil analisisnya, Mereka menemukan sembilan spesies gastropoda. Semuanya diidentifikasi dalam enam, yakni Assimineidae, Ellobiidae, Planaxidae, Potamididae, Neritidae, dan Littorinidae. Yang paling banyak ditemukan adalah jenis Pirenella cingulata.
Sedangkan pantai yang memiliki keragaman paling tinggi adalah Pantai Kampung Kerapu Gundil Klatakan Situbondo. Dari hasil uji keragamannya, skornya mencapai H; 1,14.
Pantai Cemara Indah, angka test keanekaragamannya rendah. Namun kuat soal dominansinya, yakni mencapai angka 1.
Begitupun pantai Bama, ia juga rendah soal keanekaragaman. Jenis gastropoda yang ditemukan seragam.
Berdasarkan temuan tersebut, potensi pengembangan keanekaragaman Mangrove yang paling besar adalah di Pantai Kampung Kerapu. Di Pantai wisata ini, gastropodanya dapat tumbuh beragam. (*)