Sebanyak 782 Ijazah Diantar ke Rumah Siswa Secara Gratis, Cabdin Jember: Tak Ada Lagi Penahanan Karena Tunggakan

Tuesday, 15 April 2025 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru saat mengantarkan ijazah ke rumah salah satu warga (Sumber foto: Sigit)

Guru saat mengantarkan ijazah ke rumah salah satu warga (Sumber foto: Sigit)

Frensia.Id- Sebanyak 782 ijazah siswa lulusan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Jember dan Lumajang mulai dari tahun 2000-2025 diserahkan secara langsung ke rumah masing-masing oleh pihak sekolah bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kabupaten Jember.

Diketahui, program ini merupakan bagian dari ‘Aksi Penyerahan Ijazah ke Rumah Siswa’ yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak setiap siswa atas dokumen penting kelulusan tanpa terkendala biaya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa tidak boleh ada penahanan ijazah lagi. Bahkan bagi siswa yang masih memiliki tunggakan administrasi. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan ijazah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan hak atas ijazah mereka. Bahkan, jika memang harus diantarkan ke rumah, kami meminta agar sekolah proaktif,” katanya, Selasa (15/04/2025).

Senada dengan itu, Kepala Cabdin Wilayah Jember, Sugeng Trianto, ikut terjun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa penyaluran ijazah dilakukan secara tepat sasaran dan tanpa adanya pungutan biaya.

“Kami ikut terjun ke desa dan kelurahan, mendampingi sekolah untuk memastikan bahwa ijazah siswa yang belum terambil diserahkan secara gratis,” ujarnya.

Sementara itu, Salah satu wali siswa, Agustin, sangat terharu setelah ijazah anaknya diantar langsung ke rumah oleh guru. “Alhamdulillah ijazah anak saya diantar pak guru dan diserahkan secara gratis. Padahal saya punya tunggakan yang belum dibayar,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan kleh orang tua alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Bonaji yang tinggal di Desa Jelbuk, Kabupaten Jember mengaku bahwa anaknya sudah menunggu ijazahnya selama enam tahun. Pasalnya, ia terkendala biaya alias punya tunggakan.

“Sekarang anak saya akhirnya bisa melamar kerja. Saya senang dekali saat ada guru mengantar ijazah ke rumah secara gratis,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi SMK, Muh Khotib, mengaku bahwa pihaknya menargetkan agar program ini bisa rampung dalam waktu dua minggu. Prioritas utamanya ialah siswa dari keluarga yang kurang mampu dan memang memiliki tunggakan.

“Siswa maupun orang tua boleh datang ke sekolah pada hari kerja untuk mengambil ijazah. Kami juga membuka posko pengaduan bagi siswa yang masih mengalami kendala,” paparnya.

Sebagai informasi, masyarakat dapat menghubungi Cabdin Wilayah Jember atau mengakses situs resmi lembaga terkait untuk bisa mendapatkan info lebih lanjut.

Baca Juga :  Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Adu Banteng Pick Up dan Truk di Tikungan Glenfalog Banyuwangi, 4 Orang Luka-luka
Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Prof Busriyanti Angkat Maqasid Al-Usrah sebagai Paradigma Pembentukan Keluarga Islam dalam Orasi Ilmiah Guru Besar
Kurang dari 24 Jam, Pelaku Bobol Toko-Salon di Genteng Banyuwangi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya
Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator
Scoopy Ditabrak Truk Box di Banyuwangi, Lansia Penumpang Motor Tewas di TKP
8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor

Baca Lainnya

Tuesday, 22 September 2026 - 21:13 WIB

Adu Banteng Pick Up dan Truk di Tikungan Glenfalog Banyuwangi, 4 Orang Luka-luka

Tuesday, 22 September 2026 - 16:36 WIB

Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tuesday, 22 September 2026 - 10:03 WIB

Prof Busriyanti Angkat Maqasid Al-Usrah sebagai Paradigma Pembentukan Keluarga Islam dalam Orasi Ilmiah Guru Besar

Monday, 21 September 2026 - 18:44 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pelaku Bobol Toko-Salon di Genteng Banyuwangi Dibekuk Tim URC Macan Blambangan

Monday, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading