Frensia.Id- Salah satu pemain Barcelona Lamine Yamal mendapat perlakuan rasis dari komentator. Komentar rasis tersebut muncul bahkan sebelum laga dimulai.
Saat itu, Movistar menyiarkan preview pertandingan. Salah satu yang jadi highlight adalah penampilan Lamine Yamal yang kian ciamik. Meski masih remaja, ia punya potensi bersinar bersama Blaugrana.
Monitor menampilkan Lamine Yamal sedang pemanasan di lapangan. Salah seorang komentator kemudian berkata, “Lihatlah kualitasnya. Lihat sentuhannya,” kata komentator itu memuji.
Selepas pujian itu muncul, komentator asal German bernama Mono Burgos menanggapinya dengan gurauan yang membuat banyak pihak tersinggung.
“Kalau enggak bagus, ia bakal berakhir di lampu merah.” Sontak semua komentator lain pun tertawa.
Berdasarkan penelusuran crew Frensia.Id dari beberapa laman, perkataan Mono Burgos tersebut mengisyaratkan bahwa Yamal akan menjadi remaja miskin yang mengemis di jalanan.
Hal itu merupakan sebuah stereotyping terhadap pemuda imigran. Pemain yang berusia 16 tahun itu memiliki ayah berdarah Maroko. Sedangkan ibunya dari Guinea Ekuatorial.
Para pemain dan official kedua klub mengetahui komentar itu sebelum pertandingan.
Tak terima Lamine Yamal mendapat perlakuan rasis, pihak Barcelona dan PSG langsung menginformasikan bahwa usai laga, mereka menolak diwawancarai oleh stasiun TV Spanyol, Movistar.
Pernyataan Burgos memang tidak pantas untuk dilontarkan. Namun terlepas dari itu, persaingan antara Barcelona dan PSG dalam perebutan tiket semifinal bisa dibilang cukup sengit.
Menarik untuk disimak seperti apa hasil yang tersaji pada leg kedua yang berlangsung di markas Barcelona, Stadion Olimpiade Lluis Companys pada Rabu 17 April 2024.