Frensia.Id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Egrang ke-14 yang diinisiasi oleh Tanoker di Ledokombo, Jember.
Dirinya menyampaikan, agenda tahunan ini dinilai efektif mendorong ekosistem sosial dan ekonomi lokal.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk Tanoker atas kegiatan Festival Egrang ke-14 ini. Aktivitas ini mampu mendorong pertumbuhan ekosistem sosial dan ekonomi di Ledokombo dan Jember,” katanya Sabtu (9/5/2026).
Selanjutnya kata dia, permainan tradisional egrang sangat relevan bagi anak-anak di era gempuran digitalisasi yang masif.
Permainan ini memberikan “jeda” penting bagi anak-anak agar tidak hanya terpaku pada layar gawai.
“Permainan tradisional egrang sangat relevan bagi anak-anak di era gempuran digitalisasi yang masif,” ujarnya.
Nezar menekankan, bahwa permainan egrang adalah sarana untuk mempertajam kecerdasan emosional. Jika biasanya anak-anak terbiasa bermain game digital, egrang menawarkan keseimbangan melalui aktivitas fisik dan nilai-nilai warisan leluhur.
“Anak-anak butuh jeda untuk mempertajam kecerdasan emosional. Lewat egrang, mereka belajar kolaborasi, menjaga keseimbangan, dan semangat untuk bangkit kembali meskipun jatuh,” paparnya.
“Sikap mental “jangan takut gagal” ini, sebagai fondasi kuat bagi generasi muda di masa depan,” tambahnya.
Pemerintah melalui Kementerian Komdigi memastikan akan terus mendukung keberlanjutan festival ini.
Ke depan, kata dia, kegiatan ini akan diarahkan untuk bersinergi dengan program kesehatan mental digital.
“Kita akan lebarkan lagi kegiatannya agar sejalan dengan program digital well-being untuk kesehatan mental digital anak-anak kita,” ungkapnya.
“Ini sangat potensial menjadi salah satu kegiatan yang menyehatkan kecerdasan emosional anak-anak kita,” tandasnya.






