“Rayuan Perempuan Gila”, Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan

Friday, 8 May 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar

Gambar "Rayuan Perempuan Gila", Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan (Sumber: Frensia Grafis)

FRENSIA.ID Lagu Nadin Amizah yang berjudul “Rayuan Perempuan Gila”, ternyata cukup menarik perhatian beberapa peneliti. Diantaranya, diteliti sejumlah peneliti dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yakni Syifa Suci Ramadhina, Tika Riani, Dodi Firmansyah, Dase Erwin Juansah dan Mulya Tiara Fauziah.

Penelitian mereka telah terbit dalam DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6/01. Dalam kajian tersebut, tim peneliti membedah lirik lagu ini melalui kacamata semantik dengan menggunakan pendekatan teori Roland Barthes.

Para peneliti berupaya membongkar makna pada tingkat pertama (denotasi) dan tingkat kedua (konotasi) yang tersembunyi di dalamnya.

Hasilnya cukup mengejutkan. Dari analisis data yang dikumpulkan, lirik “Rayuan Perempuan Gila” ternyata didominasi oleh makna tersirat atau konotatif. Peneliti menemukan 67 makna konotatif, berbanding jauh dengan makna denotatif yang hanya berjumlah 22 temuan.

Baca Juga :  Menarik! Wadek III FTIK UIN KHAS Ternyata Pernah Aktif Meneliti Kehidupan Seksual Pesantren

Hal ini membuktikan bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh Nadin Amizah lebih banyak bermain pada ranah simbolik, emosi, dan representasi psikologis ketimbang pemaknaan literal.

Secara denotatif (makna lugas), lagu ini memang menampilkan sosok perempuan yang memandang dirinya “gila”, “hantu berkepala”, dan memiliki jiwa yang penuh gangguan.

Secara harfiah, liriknya menggambarkan seseorang yang sulit dicintai dan sering ditinggalkan.

Namun, di balik kata-kata tersebut, kajian ini mengungkap kedalaman makna konotatifnya. Lirik ini merefleksikan trauma emosional, ketakutan mendalam akan penolakan, serta rendahnya penerimaan diri akibat luka masa lalu.

Lebih jauh lagi, para peneliti menegaskan bahwa karya ini tidak sekadar medium ekspresi patah hati, melainkan sebuah kritik tajam terhadap konstruksi budaya masyarakat.

Label “perempuan gila” yang disematkan menyoroti stigma sosial yang sering kali mengaitkan ekspresi emosional perempuan dengan ketidakstabilan mental. Sosok “aku” dalam lirik tersebut menginternalisasi pelabelan itu bukan karena ia benar-benar hilang akal, melainkan karena ia merasa lingkungan mempersepsikan rasa cinta dan perilakunya sebagai sesuatu yang buruk.

Baca Juga :  Profil Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember, Khamidatus Sholeha Ma'rufin: Hafidzah Perintis Sahabat Muroja'ah

Meski dipenuhi pergulatan batin, penelitian ini juga menemukan sisi terang dari lagu tersebut. Frasa seperti “diam-diam berusaha” dan “akan mereda seperti semestinya” menjadi ekspresi optimisme dan upaya penyembuhan diri menuju kestabilan emosi.

Pada akhirnya, temuan riset ini mengukuhkan bahwa “Rayuan Perempuan Gila” adalah sebuah teks budaya yang kompleks. Karya ini secara lantang menyuarakan kritik terhadap dinamika penerimaan diri, kesehatan mental, dan tekanan sosial yang membelenggu perempuan di era modern.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Menarik! Wadek III FTIK UIN KHAS Ternyata Pernah Aktif Meneliti Kehidupan Seksual Pesantren
Ada Tuma’nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember
Hardiknas 2026 di Jember Tak Sekadar Upacara, Ribuan Karya Siswa Dipamerkan
Optimalkan Layanan Digital, UIN KHAS Jember Hadiri Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN
BEM Nusantara Tapal Kuda Tolak SPPG Dibangun di Kampus
Menarik! Review Kajian Bullying Mendorong Partisipasi Pencegahan Berbasis Teknologi
Kepala Kepelatihan Pagar Nusa UIN KHAS Jember Raih Juara di Kejurprov IBCA MMA Surabaya
Migrant Care Jember Soroti Modus Baru TPPO di Dalam Kampus

Baca Lainnya

Tuesday, 12 May 2026 - 09:57 WIB

Menarik! Wadek III FTIK UIN KHAS Ternyata Pernah Aktif Meneliti Kehidupan Seksual Pesantren

Tuesday, 12 May 2026 - 09:11 WIB

Ada Tuma’nina Dalam Krisis! Konsep Hasil Penelitian Akademisi UIN KHAS Jember

Monday, 11 May 2026 - 17:50 WIB

Hardiknas 2026 di Jember Tak Sekadar Upacara, Ribuan Karya Siswa Dipamerkan

Saturday, 9 May 2026 - 17:20 WIB

Optimalkan Layanan Digital, UIN KHAS Jember Hadiri Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN

Friday, 8 May 2026 - 20:22 WIB

“Rayuan Perempuan Gila”, Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan

TERBARU

Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP (Foto: Sigit/Frensia).

News

Pemuda di Jember Tewas Tersambar KA Sangkuriang

Wednesday, 13 May 2026 - 23:33 WIB

Kiprah Politik Vicky Prasetyo. Sumber Gambar: AI

Kolomiah

Kiprah Politik sang Gladiator

Wednesday, 13 May 2026 - 18:45 WIB