Cerita Edo, Sosok Santri dan Mahasiswa Fuah UIN KHAS Jember yang Terpilih Google Student Ambassador

Thursday, 30 April 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edo Shieva Susanto, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN KHAS Jember (Foto: Istimewa).

Edo Shieva Susanto, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN KHAS Jember (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Dalam menjalani karir setiap orang pasti memiliki latar belakang berbeda-beda, termasuk tidak menutup kemungkinan mereka yang berasal dari kalangan santri.

Salah satunya Edo Shieva Susanto, seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuludin, Adab dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, angkatan 2024 yang telah terpilih menjadi Google Student Ambassador.

Edo merupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang lahir di Probolinggo, 4 September 2005. Lahir dari pasangan suami istri Endra Susanto dan Fita Widya Lestari.

Ketertarikan Edo bergabung daftar sebagai Google Student Ambassador dipicu karena semakin pesatnya perkembangan dunia digital, terlebih adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI).

“Saya ingin ikut berperan dalam menghilangkan stigma buruk terhadap AI, bahwa teknologi ini bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi alat yang bisa dimanfaatkan secara positif dan bijak,” kata Edo, kepada Frensia, pada Kamis (30/4/2026).

Rasa percaya dirinya ditopang dengan statusnya sebagai alumnus Pondok Pesantren Sullamul Hidayah, Jorongan, Leces, Kabupaten Probolinggo. Selama kurang lebih 6 tahun, sejak tahun 2018 hingga 2024 sikap kemandirian, kedisiplinan dan keilmuan agama dibentuk di pesantren.

“Saya ingin menunjukkan bahwa santri atau lulusan pesantren itu mampu berkembang di berbagai bidang, termasuk teknologi dan inovasi digital,” tutur Edo.

Bagi Edo, identitas santri bukan suatu batasan untuk tetap berkembang dan menaikkan level hidup.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Gelar Rakor Jelang Pelaksanaan UM-PTKIN 2026

“Karena santri bisa menjadi apa saja,” tuturnya.

Perjalanan Edo terpilih menjadi Google Student Ambassador ternyata ada proses panjang dan tantangan yang harus dia lalui.

Selama proses pendafataran, Edo harus bersaing dengan sebanyak 81.800 mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, kemudian dipilih 2.000 mahasiswa untuk dinyatakan sebagai kandidat Google Student Ambassador (GSA).

Tidak hanya berhenti pada proses itu saja, penjaringan dilanjut proses penyeleksian lagi dengan memilih sebanyak 150 mahasiswa yang dinyatakan lolos GSA.

Edo merupakan salah satu mahasiswa yang lolos dan terpilih untuk menghadiri inaugurasi GSA di Jakarta Selatan, pada tanggal 22 hingga 25 April 2026, pekan lalu.

“Salah satu kebanggaan dan boost awal bagi langkah saya dalam merealisasikan program GSA ke depannya,” ungkapnya.

Selama proses seleksi, tantangan yang harus dihadapi oleh setiap kandidat bukan hanya tentang kemampuan akademik. Namun bagaimana bisa memberikan pemahaman teknologi sehingga berdampak nyata di lingkungan kampus.

Dalam hal ini, kandidat GSA berlomba-lomba memperlihatkan personal brandingnya, untuk memantaakan diri agar layak dipilih.

“Kandidat harus mampu menunjukkan visi, kontribusi yang ingin diberikan, serta keunikan latar belakang yang dimiliki,” kata Edo.

Kebanggaan itu tidak lantas selesai begitu saja. Tetapi ada mandat moral yang harus Edo kerjakan selama menjadi Google Student Ambassador.

“Tugas saya selanjutnya sebagai Google Student Ambassador adalah menjadi perpanjangan tangan Google di lingkungan kampus,” kata Edo.

Baca Juga :  Rektor UIN KHAS Jember Ajak Bumikan Nilai Pancasila Lewat Lima Pilar Kemajuan Kampus

Selain itu, Edo juga ditugaskan untuk mengenalkan perkembangan teknologi digital kepada mahasiswa di UIN KHAS Jember yang dirasa kurang familiar terhadap kemajuan tersebut, khususnya dalam pemanfaatan AI.

“Saya juga memiliki tanggungjawab untuk membuat kegiatan yang berdampak, seperti workshop, seminar, maupun diskusi seputar teknologi,” ujarnya.

Edo ingin membuktikan bahwa menyandang status sebagai Google Student Ambassador, bukan tentang capaian predikatnya, namun bagaimana bisa menjadi bagian perubahan di era digital sekarang.

Kiprah Organisasi dan Sepak Terjang Prestasi

Edo sebagai alumnus pesantren, yang kini menyandang status Google Student Ambassador, dirinya ternyata mempunyai rekam jejak pernah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 10 Juz.

Di sisi lain, dalam membentuk jiwa kepemimpinan, Edo bergabung di organisasi ekstra kampus PMII FUAH UIN KHAS Jember.

Dengan tekad kiprah perjalanan organisasi, Edo dipercaya menjadi penanggungjawab di ICIS dalam Bidang Fahmil Qur’an.

Kini Edo melanjutkan semangat organisasinya menjadi anggota Bidang Keilmuan di HMPS IAT UIN KHAS Jember.

Selama sebelum diamanahi menjadi Google Student Ambassador, Edo sudah memiliki sepak terjang prestasi yang patut diacungi jempol, di antaranya, Juara II MQK pada ajang Rektor Cup 2025.

Juara Harapan I MFQ tingkat nasional pada Festival Santri Multitalent di Yogyakarta tahun 2025.

Juara I MFQ tingkat regional Jawa Timur dalam ajang PORSENI MA 2023.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tim Robotik Indonesia Rebutkan Tiket Robocon Internasional di KRAI 2026
IMMH UI Sampaikan Catatan Kritis dalam RDPU Bersama Komisi X DPR RI Soal RUU Sisdiknas
Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sampaikan Pentingnya Etika saat Yudisium ke XXXI 2026
Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026
BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial
Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab
Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah
UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama

Baca Lainnya

Saturday, 11 July 2026 - 22:02 WIB

Tim Robotik Indonesia Rebutkan Tiket Robocon Internasional di KRAI 2026

Tuesday, 7 July 2026 - 10:55 WIB

IMMH UI Sampaikan Catatan Kritis dalam RDPU Bersama Komisi X DPR RI Soal RUU Sisdiknas

Monday, 6 July 2026 - 22:56 WIB

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sampaikan Pentingnya Etika saat Yudisium ke XXXI 2026

Monday, 6 July 2026 - 19:00 WIB

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026

Friday, 3 July 2026 - 19:57 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading