UMPTKIN 2026 Resmi Dimulai, UIN KHAS Jember akan Terima 1.761 Camaba

Monday, 8 June 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi (tengah dari kiri), Prof. Kusaeri, Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring UMPTKIN (tengah dari kanan) (Foto: Fadli/Frensia).

Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi (tengah dari kiri), Prof. Kusaeri, Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring UMPTKIN (tengah dari kanan) (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2026 telah resmi dimulai pada Senin (8/6/2026).

Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sebagai salah satu lokasi ujian berlangsung di Gedung BEC (Business and Education Center).

UIN KHAS Jember sendiri akan menerima sebanyak 1.761 Calon Mahasiswa Baru (Camaba) untuk jalur UM-PTKIN dengan pendaftar kini berjumlah 3.358.

Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti ujian UM-PTKIN di kampus UIN KHAS sebanyak 1.332.

Pelaksanaan ujian UM-PTKIN berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 8 hingga 11 Juni 2026.

“Per harinya itu ada 3 sesi. Jadi ada 12 sesi. Nah, di masing-masing sesi itu terbagi dalam 6 ruangan. Jadi 20 orang per ruangan,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa pendaftar UMPTKIN yang memilih akan kuliah di UIN KHAS Jember sebanyak 1.467.

Dari jumlah pendaftar tersebut berasal dari berbagai daerah.

“Tidak hanya di sekeliling Jember sini, tapi juga Banyuwangi, Bali, Probolinggo, Madura, dan lain semacamnya. Jadi alhamdulillah, dari berbagai daerah yang daftar ke UIN KHAS,” ujarnya.

Baca Juga :  Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026

Adapun persentase kehadiran peserta yang mengikuti ujian UM-PTKIN untuk di sesi pertama dan kedua diprediksi mencapai hampir 90 persen hadir.

Meskipun demikian, kata dia, ada juga peserta yang berhalangan hadir karena sakit atau penyebab lain, sehingga dirinya tidak bisa mengikuti ujian.

“Mungkin yang sakit 16 totalnya ya. Tapi ini bukan akumulasi di satu ruangan, tetapi dari masing-masing ruangan,” tuturnya.

Di sisi lain, Dr. Nawawi menyampaikan di UIN KHAS Jember selain mahasiswa dari dalam negeri yang diterima, pihak kampus juga menerima dari luar negeri.

“Kita punya mahasiswa yang kuliah di kita (UIN KHAS) ini dari luar negeri sebanyak 17 (mahasiswa) dari 7 negara,” ujarnya.

Dari 7 negara tersebut, di antaranya, Nigeria, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Afrika, Pakistan, India.

Menurutnya, ada jalur khusus yang akan dilaksanakan oleh pihak kampus UIN KHAS untuk penerimaan Camaba dari luar negeri.

“Dan ini biasanya tidak barengan dengan UM-PTKIN ini. Biasanya akan menyusul, karena ini menyangkut koordinasi dengan antarnegara gitu ya,” ujarnya.

Baca Juga :  Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!

Sementara itu, Prof. Kusaeri, Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring, sekaligus Tim Monitoring UM-PTKIN, mengatakan pelaksanaan ujian hingga saat ini masih berjalan lancar.

“Ini tentu berkat kerja keras dan luar biasa dari panitia lokal mulai persiapan sampai pelaksanaan ini. Karena sejumlah 1432 orang yang mau ujian ini kan tidak mudah memanage ya,” tuturnya.

Dia menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim monitoring memiliki fokus yang diawasi dan dipantau saat pelaksanaan ujian berlangsung.

“Kami fokus pada bagaimana pelaksanaan apakah ada kecurangan, kendala, apakah di tim panitia lokal juga mengalami kebingungan. Itu kira-kira yang paling utama,” tegasnya.

Menurutnya, kendala yang sering terjadi saat pelaksanaan UM-PTKIN, yaitu camaba tidak mengerti jadwal ujian.

“Nah, ini alhamdulillah hanya 16 (peserta yang tidak hadir) dan mungkin nanti akan dialokasikan pada sesi terakhir. Biasanya yang hari ini mungkin rumahnya jauh atau sakit, tiba-tiba sakit kan tidak bisa dipaksa,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, nantinya akan ada sesi khusus yang disiapkan oleh panitia nasional, agar tetap bisa menyusul ujian tersebut.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku
Respons Wakil Ketua Penjaringan Rektor terkait Guru Besar di UIN KHAS: 20 Potensi Nyalon, 9 Diskualifikasi, 4 Segera Dikukuhkan
Penjaringan Rektor UIN KHAS Jember Bergulir: Guru Besar Punya Waktu Sampai 18 September
Sambil Menunggu Suspend Berakhir, SPPG Karangsono Jember Benahi Infrastruktur Dapur
8 Peraih Nobel Sastra yang Karyanya Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Maba FTIK UIN KHAS Gelar Aksi Penyaluran Air Bersih di Kaliwining-Rambipuji Jember
Usung Konsep Berbeda, PBAK Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Tanam Pohon dan Sedekah Oksigen
Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Bagikan 3 Kunci Jadi ‘Orang Besar’ di Depan Maba

Baca Lainnya

Wednesday, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku

Wednesday, 2 September 2026 - 21:16 WIB

Respons Wakil Ketua Penjaringan Rektor terkait Guru Besar di UIN KHAS: 20 Potensi Nyalon, 9 Diskualifikasi, 4 Segera Dikukuhkan

Wednesday, 2 September 2026 - 11:07 WIB

Penjaringan Rektor UIN KHAS Jember Bergulir: Guru Besar Punya Waktu Sampai 18 September

Wednesday, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Sambil Menunggu Suspend Berakhir, SPPG Karangsono Jember Benahi Infrastruktur Dapur

Wednesday, 2 September 2026 - 09:02 WIB

8 Peraih Nobel Sastra yang Karyanya Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

TERBARU

Ahli Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Prof. Zainal Arifin Mochtar. (Foto: Tangkapan Layar YouTube @uchange).

Educatia

Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku

Wednesday, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading