Buku Kedua Puthut EA Tentang Mentalitet Korea Komandan Bambang Pacul

Sunday, 7 June 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku Mentalitet Korea, Makin Terbanting Makin Melenting. Foto: Istimewa.

Buku Mentalitet Korea, Makin Terbanting Makin Melenting. Foto: Istimewa.

Frensia.id- Puthut EA kembali menuliskan pikiran-pikiran dari Politikus senior PDIP Bambang Wuryanto dalam buku keduanya yang berjudul “Mentalitet Korea Makin Terbanting, Makin Melenting”, terbit pertama kali pada Mei 2026.

Setelah sebelumnya meraup sukses dengan buku pertamanya yang berjudul “Mentalitet Korea Jalan Ksatria” yang pertama kali terbit pada tahun 2024. Serta menjadi buku terlaris selama dua tahun secara berturut-turut versi penerbit Buku Mojok.

Buku kedua ini merupakan kelanjutan dari buku pertama yang belum digungkap oleh Bambang Wuryanto atau yang lebih akrab dan familiar dikenal oleh kalangan anak muda dengan panggilan Bambang Pacul tentang mentalitet korea.

Penerbit Buku Mojok dalam kata pengantarnya menyatakan bahwa upaya kodifikasi pemikiran Bambang Pacul adalah menjadi bagian penting akan kelahiran sebuah ajaran “ke-korea-an” itu sendiri.

“Dalam konteks ini, “korea” atau “mentalitet korea” ala Bambang Pacul menunjukkan karakter yang sepadan. Ia bukan sekedar pemikiran lepas, melainkan telah berfungsi sebagai kerangka makna, pedoman sikap, tata nilai dan orientasi tindakan (panduan laku/praksis).” Ungkap penerbit dalam kata pengantarnya.

Baca Juga :  Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Penulis pikiran Bambang Pacul, Puthut EA dalam pengantarnya, memberikan batasan terhadap subtansi buku keduanya ini. Ia membatasi pada persoalan ilmu kehidupan, sekalipun sebagaimana dalam pernyataannya wawasan Komandan Korea ini sangat luas, meliputi manejemen perusahaan, politik internasional dan ekonomi.

Ada dua pertimbangan yang menjadi alasan untuk memberikan batasan isi atas bukunya ini. pertama, kesibukan Bambang Pacul selaku satu-satunya informan. Kedua, teman yang cenderung digandrungi anak muda tidak lebih adalah “ilmu kehidupan”, oleh karena itu Puthut EA merasa tidak yakin apabila tema-tema lain dicantumkan akan menarik perhatian.

Pada buku kedua ini, terdapat tujuh bab yang dicantumkan. Diantaranya adalah, Korea itu Seperti Pion, Korea Harus Berani Bermimpi, Tri Fokus dan Tri Mental Korea, Madukara dan Ilmu Ndolop, Disiplin Melayani Galah, Mentalitet Rotan dan Protokol Perang Kembang dan Melenting Kultural.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi

Dari seluruh tema yang dipaparkan merupakan konstruksi tambahan dari tema-tema yang telah diungkap pada buku sebelumnya. Dengan demikian buku kedua ini tidak lain adalah pelengkap dalam menggambarkan bangunan ilmu kehidupan dari perspektif Korea ala Bambang Pacul.

Ajaran Korea ala Bambang Pacul bisa dipadankan dalam tradisi Jawa dengan ajaran Ki Ageng Suryomentaram dan Sosrokartono. Oleh karena itu, maka dalam satu strata khusus sosok Bambang Pacul tidak hanya sekedar sebagai seorang ahli strategi, pemikir politik, perenung kehidupan tetapi juga sebagai seorang Filsuf Jawa, sebagaimana sebut penerbit Mojok.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

SEMA-DEMA UIN KHAS Jember Sampaikan Penolakan soal Pemaparan Visi-Misi Calon Rektor di Lumajang
Diikuti Ratusan Atlet, FOSKMA 2026 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Buka 10 Cabang Lomba
Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur
UIN KHAS Jember Wisuda 300 Lulusan, Wisudawan Didorong Kuasai Bahasa Asing
Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras
Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Baca Lainnya

Friday, 16 October 2026 - 19:09 WIB

SEMA-DEMA UIN KHAS Jember Sampaikan Penolakan soal Pemaparan Visi-Misi Calon Rektor di Lumajang

Wednesday, 14 October 2026 - 22:35 WIB

Diikuti Ratusan Atlet, FOSKMA 2026 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Buka 10 Cabang Lomba

Wednesday, 14 October 2026 - 22:30 WIB

Demi Mutu Lulusan! Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Gandeng Kanwil Kemenhaj Jawa Timur

Wednesday, 14 October 2026 - 19:36 WIB

UIN KHAS Jember Wisuda 300 Lulusan, Wisudawan Didorong Kuasai Bahasa Asing

Sunday, 11 October 2026 - 19:55 WIB

Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat diwawancara awak media, setelah meninjau antrean BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

Politia

Pemkab Jember Terapkan WFH Imbas Antrean BBM

Friday, 16 Oct 2026 - 13:20 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading