Frensia.Id- Bupati Jember, Muhammad Fawait, membuat terobosan baru dalam tata kelola pemerintahan dengan menggelar forum uji publik secara live streaming.
Lewat program bertajuk ‘Gus Bupati Menjawab’, Bupati Fawait merespons berbagai kritik hingga isu miring yang menerpa kebijakannya.
Pantauan dalam siaran langsung pada Jumat (10/4/2026), Bupati Fawait tampil lugas menghadapi ribuan netizen. Dia menegaskan bahwa gaya komunikasi digital ini dipilih untuk menghapus sekat antara penguasa dan rakyat.
“Kami hadir di sini bukan untuk retorika atau hiburan semata, tapi untuk memberikan kepastian. Publik berhak tahu apa yang sedang kita kerjakan dan mengapa kebijakan itu diambil,” katanya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sesi tersebut, dua program unggulan Pemkab Jember yakni Mlijo Cinta dan Bunga Desaku menjadi sorotan tajam. Netizen mempertanyakan apakah program pemberdayaan pedagang sayur keliling (Mlijo Cinta) benar-benar efektif atau hanya sekadar seremonial.
Menanggapi hal itu, pria yang karib dispaa Gus Fawait itu langsung menyodorkan data konkret. Ia menjelaskan bahwa program tersebut adalah ekosistem ekonomi yang memutus rantai distribusi panjang.
“Mlijo Cinta bukan hanya soal bantuan modal, melainkan ekosistem yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar domestik secara langsung,” ujarnya.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa) juga kena sentil. Di tengah era digital, langkah bupati turun ke desa dianggap sebagian pihak hanya menambah beban anggaran.
Namun, Gus Fawait menepis anggapan tersebut dengan argumen rasional.
“Bunga Desaku adalah cara kami menjemput masalah sebelum menjadi bom waktu. Banyak persoalan desa yang tidak bisa dipahami hanya dari balik meja. Dengan hadir langsung, keputusan bisa diambil dalam hitungan jam, bukan minggu,” paparnya.
Sebagai informasi, sejumlah tokoh penting juga membersamai Gus Fawait. Terlihat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Kepala Bapenda Jember Achmad Imam Fauzi, juga Kepala BPS Jember Peni Dwi Wahyu Winarsi.
Selain itu turut hadir pula Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unej Prof. Agus Trihartono, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UNMUH Jember Dr. Iffan Gallant El Muhammady, dan Dosen Universitas Brawijaya Dr. Irfan Kharisma Putra.
Selain program kerakyatan, sesi live ini juga membedah isu sensitif terkait angka kemiskinan dan optimalisasi infrastruktur seperti bandara.






