4 Tahapan Berdialog Menurut Sokrates

Wednesday, 20 November 2024 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

cara berdialog menurut sokrates

cara berdialog menurut sokrates

Kemampuan komunikasi sangat dibutuhkan dalam konteks negara demokrasi. Lebih-lebih bagi negara yang menerapkan sistem dari Yunani ini dalam bentuknya sebagai demokrasi secara langsung, dimana seseorang individu merepresentasikan hak-haknya tanpa harus ada perwakilan.

Berbeda dengan demokrasi yang ada di Indonesia yang menerapkan demokrasi tidak langsung. Dalam suatu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus menggunakan wakil-wakilnya untuk berbicara menyampaikan kehendak rakyat.

Sekalipun di Indonesia dalam pemilihan umum sudah dilaksanakan secara langsung, tetapi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan rakyat harus menitipkan aspirasinya kepada wakil-wakilnya yang terpilih dalam pemilu.

Demokrasi secara langsung, meniscayakan seseorang harus mempunyai retorika yang bagus, argumentasi yang kuat sehingga mampu mempengaruhi orang banyak. sehingga pendapat yang keluar dari pikirannya akan diterima.

Dengan demikian dalam demokrasi langsung meniscayakan kemampuan bersilat lidah sedangkan dalam demokrasi tidak langsung kemampuan tersebut tidak harus dimiliki oleh masing-masing warga, sebab ada DPR yang merepresentasikan kehendaknya.

Yunani yang menerapkan demokrasi secara langsung, maka kondisi sosial-politik menggiring warganya untuk pandai-pandai menggunakan lidahnya dalam berbicara demi memperjaungkan hak-hak sipilnya.

Baca Juga :  Penjaringan Rektor UIN KHAS Jember Bergulir: Guru Besar Punya Waktu Sampai 18 September

Salah seorang ahli dialektika kenamaan Yunani, Sokrates, mempunya metode khas yang sangat menarik untuk dipelajari, lebih-lebih bagi seseorang yang mendalami ilmu komunikasi.

Cara yang ia gunakan diberinya nama sebagai metode kebidanan, terinspirasi dari profesi ibunya sebagai seorang bidan. Berikut langkah-langkah yang ditempuh oleh Sokrates dalam berdialog dengan masyarakat Athena yang ia jumpai.

Pertama, bersikap tidak tahu, ketika berjumpa dengan seseorang Sokrates akan mengajaknya untuk berbicara membahas suatu tema mulai dari keadilan, keindahan, jiwa, tubuh dsb. Kemudian ia memposisikan diri sebagai seseorang yang tidak tahu terhadap pembahasan yang dimaksud.

Kedua, ironi, pada tahap selanjutnya setelah ia bersikap tidak tahu akan persoalan, maka ia mencoba untuk memancing lawan bicara agar bertindak superior. Membesarkan hati lawan sehingga ia merasa bebas untuk berbicara semaunya.

Ketiga, Konfutasi atau elencheus, pada tahap ketiga ini Sokrates akan menagih jawaban seputar tema-tema yang diajukan. Sampai batas-batas kebenaran yang ia ketahui atau sampai terjerumus pada sebuah kesalahan pemikiran. Kemudian Sokrates akan menyebut kesalahan, kekurangan dan kontradiksi dari jawaban yang diajukan, sehingga lawan bicara akan terpojok.

Baca Juga :  Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga

Keempat, maieutica atau kebidanan, pada tahap terakhir ini Sokrates akan menuntun atau membimbing lawan bicaranya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ia sampaikan, dalam arti bukan memberikan jawaban yang benar, melainkan menuntun, sehingga lawan bicara akan mengenali kebenaran dengan dirinya sendiri. Sokrates hanya membantunya agar sampai pada titik tersebut.

Metode Sokrates ini sangat menarik untuk digunakan, tetapi yang perlu diwaspadai bagi seseorang haruslah mempunyai pengetahuan yang mumpuni seperti Sokrates sendiri, tidak sekedar hanya menggunakan metode tetapi tidak mempunnyai bahan.

Kemampuan beretorika dan berargumentasi untuk mempengaruhi pendengar tidak hanya dibutuhkan dalam sistem demokrasi langsung. Meskipun dalam demokrasi tidak langsung sudah terwakilkan oleh para anggota DPR tetapi kepanpun dan dimanapun seseorang akan dituntut untuk berbicara mewakili dirinya sendiri dalam persoalan remeh atau pun genting.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Prof Busriyanti Angkat Maqasid Al-Usrah sebagai Paradigma Pembentukan Keluarga Islam dalam Orasi Ilmiah Guru Besar
Orasi Ilmiah Moderasi Beragama, Prof Muis: Bukan Agamanya Dimoderat, Tapi Praktik Keagamaannya
8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor
Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor
Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Prof Sahiron: Lebih Banyak Profesor di Kampus akan Bagus Akreditasinya
UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Baca Lainnya

Tuesday, 22 September 2026 - 16:36 WIB

Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tuesday, 22 September 2026 - 10:03 WIB

Prof Busriyanti Angkat Maqasid Al-Usrah sebagai Paradigma Pembentukan Keluarga Islam dalam Orasi Ilmiah Guru Besar

Friday, 18 September 2026 - 23:07 WIB

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 14:35 WIB

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading