Mengapa Kemarahan Perlu Dikendalikan? Pemikir Stoik Romawi Sampai Mengarang Buku Untuk Mengatasinya

Sunday, 4 August 2024 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

buku tetap keren di segala kondisi

buku tetap keren di segala kondisi

Marah merupakan gejala irrasional yang dimiliki oleh orang yang masih dalam kondisi pikiran stabil dan sehat.

Dalam suatu tahapan tertinggi intensitas kemarahan akan memberi kesan, bahwa sebenarnya orang tersebut tidak mampu menggunakan pikirannya dengan baik.

Bisa disebut pula, dalam pengertian yang lebih radikal, waktu orang tersebut dikuasai oleh kemarahannya, maka ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Artinya antara kondisi tidak menggunakan pikiran dan tidak mempunyai adalah hal yang sama.

Sekalipun irrasional tetap saja kemarahan bisa diidentifikasi sebagai sesuatu yang rasional. Hal ini dikarenakan orang yang marah pasti mempunyai alasan.

Jadi kemarahan terjadi berdasarkan proses sebab-akibat, yang mana mencirikan dari karakter otak manusia, dan sekaligus memberikan pembedaan terhadap otak hewan.

Lepas dari definisi dan sifat emosi manusia yang satu ini, kemarahan perlu diwaspadai karena efek yang terjadi setelah seseorang mengekspresikan api yang singgah dalam hatinya cukup berbahaya.

Atas dasar tersebut, salah seorang pemikir Soik Romawi, Lucius Annaeus Seneca sampai mengarang sebuah tulisan yang secara spesial membahas mengenai hasrat manusia yang paling merusak tersebut.

Baca Juga :  Keren! UNIKHAMS Gelar International Conference On Education and Society (ICESY) 2026 di Taiwan

Pemikir kelahiran Cordoba, Spanyol ini mewanti-wanti tentang kemarahan dengan kalimat yang cukup menarik,”kemarahanmu adalah sejenis kegilaan, karena kamu menetapkan harga tinggi untuk hal-hal yang tidak berguna”.   

Esei-eseinya memuat mengenai panduan untuk mengatasi kemarahan, mulai daricara menghindari dan mengelola amarah. Termasuk bagaimana cara mendidik anak agar ketika dewasa ia tidak gampang hanyut dalam kemarahan. Hal tersebut diupayakannya dalam rangkan melakukan tindakan antisipatif.

Setiap tulisan yang ia hadirkan, secara tematik, berisi ulasan-ulasan yang kiranya bisa dikatakan pendek-pendek. Meskipun demikian antara satu dengan yang lainnya senantiasa berkesinambungan, teratur dan sistematis.

Argumen yang dibangun terkait topik yang ia gagas, cukup mendalam dengan analisis yang ketat. Sekalipun tulisannya ini berorientasi teknis, yaitu semisal cara agar tidak mudah marah, tetapi pembaca akan merasakan sensasi yang sangat abstrak.

Baca Juga :  Unik! SPPG di Jember Kenakan Costum Power Rangers Saat Antarkan MBG

Sehingga bagi pembaca yang tidak terbiasa untuk berpikir dalam kerangka konseptual, pasti akan merasa kesulitan dan cepat bosan. Mungkin ini kelemahan dari tulisan Seneca.

Mengingat cara mengatasai kemarahan adalah kebutuhan setiap orang, mulai dari yang awam hingga paling cemerlang, dengan gaya tulisannya tersebut jelas tidak akan mampu dijangkau oleh semua orang.

Hadirnya buku ini dan kemampuannya bertahan sejak pertama kali ditulis pada abad pertama masehi, menjadi sinyal bahwasannya masih dibutuhkan. Sehingga setiap generasi dari masa ke masa menilai penting untuk melakukan cetak ulang.

Kesimpulan dari pembacaan pemikir Stoik ini tidak jauh berbeda dengan judul yang dibuat oleh penerbit Caliber Publishing, yaitu “Tetap Keren di Segala Kondisi”. Terjemahan bahasa inggrisnya juga menggunakan judul yang sama.

Oleh karena itu, orang yang bisa tetap tenang dengan mengendalikan kemarahan yang datang karena sebuah alasan yang masuk akal sekalipun akan kelihatan kharismanya, sehingga tampak keren.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Unik! SPPG di Jember Kenakan Costum Power Rangers Saat Antarkan MBG
Di Harlah Nurul Jadid, KH. Ghofur Maimoen: Imam Syafi’i Jadi Mazhab Besar, Karna Memahami Santri-santrinya
“Falaisa ‘Indahu Fulus Fahuwa Mamfus”, Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul
Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Konservatisme Menggerus Independensi Lembaga Negara
Mimbar Demokrasi Tolak Pilkada Melalui DPRD, Sebut Demokrasi Semakin Mundur dan Perkuat Oligarki
Keren! UNIKHAMS Gelar International Conference On Education and Society (ICESY) 2026 di Taiwan
Kata Prof Eddy Hiariej, Konsep Kejahatan Seksual Tiap Negara Berbeda
Lulus Doktoral UIN KHAS, Warek I IAI Syaichona Mohammad Cholil Bongkar Perlawanan Ekonomi Khas Nyai Pesantren

Baca Lainnya

Tuesday, 20 January 2026 - 17:55 WIB

Unik! SPPG di Jember Kenakan Costum Power Rangers Saat Antarkan MBG

Monday, 19 January 2026 - 13:00 WIB

Di Harlah Nurul Jadid, KH. Ghofur Maimoen: Imam Syafi’i Jadi Mazhab Besar, Karna Memahami Santri-santrinya

Monday, 19 January 2026 - 10:39 WIB

“Falaisa ‘Indahu Fulus Fahuwa Mamfus”, Kata KH. Zuhri Juga Disadari Dari Tauladan Rosul

Thursday, 15 January 2026 - 20:33 WIB

Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Konservatisme Menggerus Independensi Lembaga Negara

Thursday, 15 January 2026 - 20:07 WIB

Mimbar Demokrasi Tolak Pilkada Melalui DPRD, Sebut Demokrasi Semakin Mundur dan Perkuat Oligarki

TERBARU

Foto: Istimewa.

News

16 Wilayah Kabupaten Jember Diterjang Banjir, 2 Titik Longsor

Wednesday, 28 Jan 2026 - 23:07 WIB

Genangan air membanjiri di salah satu wilayah depan rumah warga Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

News

Banjir di Jember Sasar Rumah Warga dan Sebabkan Motor Mogok

Wednesday, 28 Jan 2026 - 19:30 WIB

Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto:Istimewa).

Criminalia

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:37 WIB

Foto: Istimewa.

Criminalia

Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:31 WIB