Berani, Korban Femisida Puluhan Pria Yang Diundang Suaminya Di Prancis, Bangkitkan Perlawanan Perempuan

Sunday, 22 September 2024 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berani, Korban Femisida Puluhan Pria Yang Diundang Suaminya Di Prancis, Bangkitkan Perlawanan Perempuan (Sumber: @maca_desine)

Berani, Korban Femisida Puluhan Pria Yang Diundang Suaminya Di Prancis, Bangkitkan Perlawanan Perempuan (Sumber: @maca_desine)

Frensia.id-Berani memang! Seorang nenek berusia 71 tahun mengguncang publik Prancis. Ia bangkit melawan suaminya sendiri yang telah mengizinkan puluhan pria datang memperkosanya.

Namanya, Gisele Pélicot. Ia adalah seorang wanita menjadi korban femisida yang sangat parah, di mana pasangan hidupnya, yang seharusnya menjadi pelindung, justru mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Selama bertahun-tahun, korban diduga diperlakukan tidak pantas tanpa menyadarinya, akibat tindakan yang direncanakan oleh suaminya.

Kasus ini menunjukkan betapa rentannya seseorang dalam situasi di mana kejahatan tersembunyi dan terus berlangsung tanpa diketahui oleh korban. Pelaku yang terlibat berjumlah besar, menambahkan dimensi kengerian pada tindakan tersebut.

Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran masyarakat tentang tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga dan betapa perlunya lingkungan yang aman bagi korban untuk mendapatkan dukungan.

Setelah kebenaran terungkap, korban menjadi simbol perjuangan melawan tidakan femisida, terutama dalam konteks hubungan pribadi. Kasus ini memicu seruan untuk hukum yang lebih tegas, perlindungan yang lebih baik bagi korban, dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keadilan dan keamanan dalam hubungan.

Baca Juga :  Polres Jember Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkoba Hasil Operasi 10 Bulan

Perjuangan korban untuk pulih dan mencari keadilan memberikan inspirasi bagi banyak orang yang mengalami situasi serupa. Kasus ini menyoroti perlunya perbaikan dalam penegakan hukum, serta pentingnya mendidik masyarakat untuk lebih peka terhadap kekerasan dalam hubungan dan mendukung para korban dalam proses pemulihan mereka.

Seorang pria asal Prancis, Dominique Pelicot, terungkap telah melakukan tindakan keji terhadap istrinya selama hampir sepuluh tahun. Ia secara teratur membius istrinya, membuatnya tidak sadarkan diri, dan kemudian membiarkan puluhan pria melakukan pelecehan terhadapnya.

Menurut laporan, sebanyak 72 pria terlibat dalam tindakan tersebut ketika korban dalam kondisi tidak sadar. Kasus ini mengungkap tingkat manipulasi dan eksploitasi yang sangat mengerikan, di mana korban tidak menyadari apa yang terjadi padanya selama bertahun-tahun.

Dalam perkembangan kasus ini, sang suami, Dominique Pelicot, justru berupaya membela tindakannya dengan menyalahkan istrinya, Gisele. Pelicot mengklaim bahwa kejadian tersebut bermula dari perselisihan dalam hubungan rumah tangga mereka, terutama terkait masalah intim. Menurutnya, Gisele menolak berhubungan intim, yang kemudian memicu tindakannya yang melampaui batas nalar, yaitu membius istrinya dan membiarkan orang lain melecehkannya.

Baca Juga :  Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

Psikolog Anabelle Montagne, yang sempat berbicara dengan Pelicot saat kunjungannya ke penjara pada Desember 2020 — sekitar satu setengah bulan setelah Pelicot ditangkap — menyampaikan bahwa Pelicot mengakui perbuatannya. Ia mengatakan,

“Dia dan istrinya bertengkar mengenai masalah hubungan intim, dan karena Gisele tidak setuju, saya akhirnya membiusnya.”, ujarnya sebagaimana dilansir dalam vanguardia.com, 11/09/2024.

Bukan hanya pembelaan tersebut, diprediksi tidak akan mendapatkan keadilan sebab sang suami yang terduga pelaku Femisida hingga saat tidak hadir sidang karena beralasan sakit. Ia dikabulkan menghindari persidangan.

Akibatnya, persidangan bertele-tele. Sedangkan Gisele terus berteriak meminta keadilan dan bahkan ia tidak malu berharap sidang dilaksanakan secara terbuka. Agar semua rakyat Prancis, khususnya perempuan dapat juga seberani dia dan tak malu menuntut keadilan.

Baginya yang harus malu bukan pelaku femisida, bukan korban seperti dirinya. Kata-kata yang terkenal dan saat ini menggelora di publik Prancis adalah “On est toutes Gisèle” (Kita Semua adalah Gisèle).

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Polres Jember Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkoba Hasil Operasi 10 Bulan
Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara
Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember
Dua Pria di Jember Carok Gara-Gara Batas Tanah, 1 Tewas
Dua Motor Penjual Nasi di Panti Jember Digondol Maling, Korban Trauma Hingga Berhenti Jualan
Curanmor di Jember Tertangkap dan Diamuk Massa
Kondisi Psikologis Siswi SMP Korban Kejahatan Seksual, Enggan Balik Sekolah karena Malu
Siswi SMP di Jember Setahun Jadi Korban Kejahatan Seksual Ayah Tiri Saat Ibu Jadi TKW

Baca Lainnya

Thursday, 26 February 2026 - 14:47 WIB

Polres Jember Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkoba Hasil Operasi 10 Bulan

Wednesday, 28 January 2026 - 12:37 WIB

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara

Wednesday, 28 January 2026 - 12:31 WIB

Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember

Monday, 26 January 2026 - 16:06 WIB

Dua Pria di Jember Carok Gara-Gara Batas Tanah, 1 Tewas

Tuesday, 20 January 2026 - 22:30 WIB

Dua Motor Penjual Nasi di Panti Jember Digondol Maling, Korban Trauma Hingga Berhenti Jualan

TERBARU

Ramadhan dan Revolusi Spiritual (Sumber: Pixabay)

Kolomiah

Ramadhan dan Revolusi Spiritual

Friday, 27 Feb 2026 - 13:59 WIB

Mekkah Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Sumber: Pixabay)

Religia

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Thursday, 26 Feb 2026 - 23:19 WIB