Rusia Tuding Ukraina Berencana Gunakan Senjata Kimia dengan Dukungan Barat

Tuesday, 8 October 2024 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Maria Zakharova Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia sumber edit by Frensia

Ilustrasi gambar Maria Zakharova Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia sumber edit by Frensia

Frensia.id – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menjelaskan bahwa rezim Kiev berencana menggunakan senjata kimia dalam konflik yang sedang berlangsung.

Pernyataan Jubir Kemenlu Rusia yang disampaikan Moskow pada tanggal 7 Oktober 2024 ini membuat tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas.

Zakharova mengeklaim bahwa keberanian Ukraina dalam melancarkan tindakan ini didukung oleh suasana impunitas yang diciptakan oleh negara-negara Barat.

Dalam pernyataannya, Zakharova mengungkapkan bahwa pihaknya mempunyai informasi dapat dipercaya mengenai rencana Ukraina untuk melakukan serangkaian provokasi anti-Rusia.

“Persiapan sedang dilakukan untuk memalsukan bukti guna menuduh Rusia melanggar Konvensi Senjata Kimia (CWC) selama operasi tempur,” ujarnya pada tanggal 07/10/2024.

Zakharova juga mengatakan bahwa selama periode Juli hingga September, NATO telah mengirimkan lebih dari 70 peralatan deteksi dan perekaman bahan kimia beracun canggih ke Ukraina. Menurutnya, alat-alat tersebut termasuk detektor dan analisis gas terbaru.

Baca Juga :  Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pasukan keamanan Ukraina telah dilatih di dalam maupun di luar negeri dalam metode pemalsuan bukti yang pernah digunakan di Suriah, kasus peracunan Skripal, dan dugaan peracunan Alexey Navalny.

Zakharova juga mencatat bahwa NATO, melalui Sekretariat Teknis Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), telah membantu Ukraina dalam membangun kumpulan bukti yang akan digunakan untuk menuduh Rusia melakukan pelanggaran CWC.

Sebagai bagian dari strateginya, Zakharova menyatakan bahwa bukti palsu tersebut kemungkinan akan diserahkan ke ahli internasional untuk membuat laporan independen yang menuduh Moskow menggunakan senjata kimia.

“Motif di balik kampanye ini jelas, tidak ada standar hukum internasional yang akan menghentikan NATO dari mengejar tujuan untuk mencapai kekalahan strategis bagi Rusia, terutama melalui provokasi kimia di bawah bendera palsu”, tegas Zakharova.

Baca Juga :  Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein

Maria Zakharova juga menyoroti keterkaitan Ukraina dengan kelompok teroris Islam dan kelompok ekstremis-nasionalis di Timur Tengah serta Afrika, yang menurutnya menambah risiko terorisme kimia dari pihak Ukraina.

Pernyataan Rusia ini menambah ketegangan dalam hubungan internasional, terutama di tengah konflik yang berkepanjangan.

“Hubungan dekat Ukraina dengan kelompok teroris yang berafiliasi dengan Islam dan kelompok ekstremis-nasionalis di Timur Tengah dan Afrika menggarisbawahi ancaman nyata terorisme kimia yang datang dari dinas khusus Ukraina”, tegasnya.

Rusia memperingatkan Washington dan sekutunya untuk tidak bermain api dan tidak merusak kerangka kerja CWC yang telah ditetapkan pada tahun 1997.

“Kami memperingatkan Washington dan sekutunya agar tidak bermain api, agar tidak merusak kerangka kerja CWC yang ditetapkan pada tahun 1997,” tambah Jubir Kemenlu Rusia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

Baca Lainnya

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Sunday, 1 March 2026 - 20:45 WIB

Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

TERBARU

Suasana di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Patrang, Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

News

Ledakan Terjadi di Masjid Jember Saat Salat Tarawih

Monday, 16 Mar 2026 - 22:53 WIB