Maria Zakharova Angkat Suara tentang Meningkatnya Ketegangan di Semenanjung Korea

Tuesday, 15 October 2024 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Maria Zakharova Angkat Suara tentang Meningkatnya Ketegangan di Semenanjung Korea" sumber tangkapan layar media X

Frensia.id – Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia ikut angkat bicara tentang ketegangan di Semenanjung Korea yang semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Pyongyang, wilayah Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), termasuk ibu kota Pyongyang, telah menjadi sasaran serangan tak terduga oleh kendaraan udara tak berawak yang berasal dari Korea Selatan.

Serangan ini, yang disertai penyebaran materi propaganda, dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan DPRK.

Menanggapi situasi ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, memberikan pernyataan resmi terkait eskalasi tersebut.

Zakharova menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh Seoul, terutama dalam konteks penggunaan drone dan penyebaran propaganda, adalah campur tangan yang mencolok dalam urusan internal Korea Utara.

“Tindakan Seoul hanya dapat diartikan sebagai pelanggaran yang mencolok terhadap kedaulatan DPRK dan campur tangan dalam urusan internalnya,” jelas Zakharova pada 14/10/2024.

Baca Juga :  Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Ia menekankan bahwa langkah ini bukan hanya merusak sistem politik dan pemerintahan DPRK, tetapi juga merupakan ancaman terhadap hak DPRK sebagai negara merdeka untuk mempertahankan kedaulatannya.

“Pihak berwenang Korea Selatan harus segera menanggapi peringatan dari Pyongyang dengan serius,” ujar Zakharova dalam pernyataannya.

Ia memperingatkan bahwa tindakan provokatif Seoul dapat memicu konfrontasi bersenjata yang lebih luas di Semenanjung Korea, mengingat situasi yang kian panas.

Maria Zakharova juga menyoroti bahwa apa yang dilakukan oleh Korea Selatan untuk menyebarkan nilai-nilai pseudo-liberal dengan tujuan penggabungan Korea Utara dan Selatan menimbulkan risiko keamanan yang besar.

“Sangat penting bagi Seoul untuk mengakui bahwa penyebaran konsep penggabungan kedua Korea oleh Korea Selatan melalui penerapan nilai-nilai pseudo-liberal dan perluasan kebebasan tertentu memunculkan risiko keamanan, terutama bagi warga negaranya sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Lebih lanjut, Rusia menyerukan pentingnya pendekatan politik dan diplomatik dalam menangani konflik ini.

Zakharova menegaskan bahwa hanya tindakan politik yang berdasarkan pada prinsip keamanan dapat menjamin perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.

Ia juga menekankan bahwa opsi militer seharusnya bukan menjadi solusi, kecuali jika memang itu yang diinginkan Korea Selatan dan sekutu utamanya, Amerika Serikat.

Rusia, melalui kerangka Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif dengan DPRK, berkomitmen untuk terus memainkan peran konstruktif dalam upaya menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.

Ia juga mengatakan bahwa Rusia akan terus berupaya untuk mencegah perkembangan situasi yang lebih berbahaya dan mendukung solusi diplomatik yang berkelanjutan demi perdamaian di kawasan tersebut.

“Rusia berkomitmen untuk memainkan peran konstruktif di Semenanjung Korea, berupaya untuk mencegah perkembangan yang berbahaya dan mengarahkan situasi ke arah yang positif,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein
Di Balik Serangan Israel ke Iran, Tersimpan Strategi Kekuasaan dan Pengalihan Isu

Baca Lainnya

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Sunday, 1 March 2026 - 20:45 WIB

Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Monday, 9 February 2026 - 19:45 WIB

Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat melakasanan rapat koordinasi dengan Pertamina melalui layar zoom (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM

Friday, 6 Mar 2026 - 02:21 WIB

Sumber: Foto Instagram Luhut.Pandjaitan

Regionalia

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 Mar 2026 - 22:34 WIB