Seorang Ibu di Sumberbaru Jember Tewas Tertabrak KA Ranggajati

Friday, 17 April 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tergeletak di pinggir rel kereta api (Foto: Istimewa).

Korban tergeletak di pinggir rel kereta api (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Kecelakaan maut melibatkan kereta api dan pejalan kaki terjadi di di KM 157+1/0, Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Seorang ibu rumah tangga dilaporkan tewas setelah tertemper KA 156 Ranggajati.

Menurut Kapolsek Sumberbaru, AKP Joko Sumargo, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui bernama Sukaemi (65), warga setempat.

“Benar, telah terjadi kecelakaan kereta api yang menimpa seorang pejalan kaki di wilayah hukum Polsek Sumberbaru pagi tadi,” katanya, Jumat (17/4/2026).

Selanjutnya kata dia, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat KA Ranggajati melaju dari arah timur. Di saat yang bersamaan, korban sedang melintas di jalur kereta api tersebut.

“Korban menyadari ada kereta dari arah timur. Masinis juga sudah membunyikan semboyan 35, tetapi pejalan kaki tidak sempat menepi sehingga kecelakaan tidak terhindarkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemotor Terlempar-Terlindas Truk Setelah Tabrak Minibus, 2 Orang Tewas

Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sumberbaru, Koramil, Polsuska, hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Sumberbaru segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Korban sudah dievakuasi ke Ruang Jenazah Puskesmas Tanggul,” paparnya.

Sementara itu, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa laporan diterima dari masinis KA Ranggajati melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdal) Daop 9 Jember.

Berdasarkan laporan kronologi, saat rangkaian kereta melintas di lokasi, terdapat seorang pejalan kaki yang berada di ruang manfaat jalur kereta api.

Baca Juga :  Mobil Suzuki Forsa Terbakar di SPBU Sempolan Jember

“Masinis sudah berkali-kali membunyikan semboyan 35 (klakson lokomotif) sebagai peringatan. Namun, karena jarak yang sudah sangat dekat, insiden temperan tersebut tidak dapat terhindarkan,” ungkapnya.

Cahyo juga memaparkan faktor teknis bahwa kereta api memiliki karakteristik unik di mana rangkaian tidak dapat berhenti secara mendadak.

Proses pengereman membutuhkan jarak yang panjang, sangat bergantung pada kecepatan, beban rangkaian, serta kondisi lintasan.

“Kami memohon kerja sama masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel, baik berjalan kaki maupun bermain di atas rel. Pastikan selalu waspada dan patuhi rambu di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

1 Orang Tewas Akibat Laka Motor Honda Scoopy Vs Truk di Depan Puskesmas Rambipuji Jember
Kisah Penyiar Tarkam Jember yang Berhasil Naik Haji dari Hasil Menabung
Tingkatkan Kesiagaan Bencana, Tagana Jember Gelar Latihan Water Rescue
Respons Ketua Sobung Sarka atas Pembatasan Penggunaan Plastik di Jember
Suzuki XL7 Terjun ke Jurang 15 Meter di Jalur Jember-Banyuwangi
Warga Mengeluh soal Limbah TPA Pakusari Jember yang Cemari Sawah
Skema Baru Pengawasan Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Jember Tahun 2026
Adu Banteng Avanza vs Truk di Bangsalsari Jember, 5 Orang Terluka

Baca Lainnya

Monday, 11 May 2026 - 19:55 WIB

1 Orang Tewas Akibat Laka Motor Honda Scoopy Vs Truk di Depan Puskesmas Rambipuji Jember

Monday, 11 May 2026 - 17:44 WIB

Kisah Penyiar Tarkam Jember yang Berhasil Naik Haji dari Hasil Menabung

Sunday, 10 May 2026 - 21:40 WIB

Tingkatkan Kesiagaan Bencana, Tagana Jember Gelar Latihan Water Rescue

Thursday, 7 May 2026 - 15:50 WIB

Respons Ketua Sobung Sarka atas Pembatasan Penggunaan Plastik di Jember

Thursday, 7 May 2026 - 12:50 WIB

Suzuki XL7 Terjun ke Jurang 15 Meter di Jalur Jember-Banyuwangi

TERBARU