Cipayung Plus dan BEM Se-Jember Turun Demo Tuntut Turunkan Harga BBM hingga Hentikan Militerisasi Ruang Sipil

Monday, 15 June 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi demo saat ditemui oleh anggota DPRD Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Massa aksi demo saat ditemui oleh anggota DPRD Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Aksi demonstrasi digelar oleh Cipayung Plus dan BEM Se-Kabupaten Jember, di depan Gedung DPRD Jember, pada Senin (15/6/2026).

Dalam demo tersebut, massa aksi memasang tulisan bertagar #Indonesia Cemas pada poster yang mereka bawa.

Koordinator Lapangan (Korlap) Demo, Alfin Maulana, menyampaikan bahwa aksi demonstrasi menyoroti terkait naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga masuknya militer pada ruang otonomi warga sipil.

Adapun tuntutan yang dibawa massa demo di antaranya, menghentikan krisis ekonomi dan kegagalan fiskal negara dengan menurunkan harga bahan pokok dan BBM. Realokasi anggaran serta evaluasi tata kelola program prioritas pemerintah.

Selanjutnya revisi UU Polri serta menghentikan kriminalisasi dan tindakan represif aparat kepolisian. Revisi UU TNI dan menghentikan praktik militerisme di ruang sipil.

“Tuntutan yang kita bawa ialah pertama menyoal BBM. Harga BBM sekarang mulai melonjak dan juga Pertalite yang sekarang sudah mulai langka. Masyarakat akhirnya mau tidak mau beralih kepada BBM Pertamax,” kata Alfin.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo

Selain itu, kata dia, aksi demo juga mempersoalkan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Massa aksi menuntut agar pemerintah pusat mengawasi secara ketat terhadap program tersebut.

“Jangan sampai program ini, hanya menguntungkan masyarakat-masyarakat yang tingkatan-tingkatan atas, tapi tidak bermanfaat kepada masyarakat yang di tingkatan bawah,” tuturnya.

Tuntutan juga mempersoalkan adanya peraturan yang memperbolehkan anggota militer atau polisi untuk masuk di ruang sipil.

“Tuntutan kita menyoal tentang undang-undang Polri yang sekarang bisa menduduki di ranah sipil. Juga tentang persoalan undang-undang TNI. Dan sekarang sudah makin masuk ke ruang-ruang sipil,” ujarnya.

Massa aksi yang turun ke jalan dalam demo berjumlah kurang lebih 500 orang.

Alfin mengatakan bahwa sejumlah tuntutan yang dibawa saat demo akan dikawal hingga ke pemerintah pusat.

Dia menegaskan akan membawa massa dengan jumlah besar, apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan respons dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Massa Progib Demo Depan DPRD Jember, Tuntut MBG Tetap Dilanjutkan

“Ketika ini tidak ada kejelasan dari DPRD Jember khususnya yang mengawal kepada pusat, kita bakal datang dengan gerakan-gerakan yang lainnya,” tegasnya.

Alfin berharap anggota DPRD Kabupaten Jember, dapat melanjutkan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan tersebut sesuai amanah jabatan yang diembannya.

“Sesuai dengan kewenangan, tugas maupun fungsi kami. Kami adalah lembaga perwakilan di tingkat daerah, di mana kami akan meneruskan tuntutan-tuntutan ini kepada pemerintah pusat maupun DPR RI beserta presiden,” kata Halim.

Dia mengapresiasi pada sejumlah massa aksi atas aspirasi yang disampaikan saat demo berlangsung

“Tentu panjenengan memberikan aspirasi adalah bagian dari kecintaan terhadap negara. Terutama aspirasi ini, akan menjadi perhatian bukan hanya kami, tetapi secara nasional,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri
Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren
Harapan Susmiadi untuk Perupa Jember usai Karyanya Dipamerkan pada Muharram Art Fest
PC GP Ansor Kencong Gelar Muharram Art Fest untuk Bangkitkan Eksistensi Perupa Jember
Inovasi Bank Sampah Kencong Jember: Sulap Plastik Bekas untuk Pembayaran Pajak hingga Tangani Stunting
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Kaliwates Jember
Gelar Gathering Sahabat Kebaikan Yatim, BSI Maslahat Ajak Puluhan Anak Yatim Jember Belajar Lewat Eduwisata
Respons Pengelola soal Wisata Alam Kalijompo Sukorambi Jember akan Ditutup

Baca Lainnya

Thursday, 23 July 2026 - 20:35 WIB

Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri

Monday, 20 July 2026 - 22:55 WIB

Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren

Wednesday, 15 July 2026 - 23:40 WIB

Harapan Susmiadi untuk Perupa Jember usai Karyanya Dipamerkan pada Muharram Art Fest

Wednesday, 15 July 2026 - 20:50 WIB

PC GP Ansor Kencong Gelar Muharram Art Fest untuk Bangkitkan Eksistensi Perupa Jember

Tuesday, 14 July 2026 - 20:34 WIB

Inovasi Bank Sampah Kencong Jember: Sulap Plastik Bekas untuk Pembayaran Pajak hingga Tangani Stunting

TERBARU

Salah satu penampilan kostum yang dipakai oleh talent, saat acara puncak Grand Carnival JFC 2026 (Foto: Sigit/Frensia).

Entertainment

Grand Carnival JFC 2026 Tampilkan 8 Defile Spektakuler

Sunday, 26 Jul 2026 - 23:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading