ICW Sebut Sirekap Buka Celah Manipulasi Suara, KPU Jatim Tekankan Pemegang Akun Adalah Orang yang Tepat

Thursday, 7 November 2024 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ICW Sebut Sirekap Buka Celah Manipulasi Suara, KPU Jatim Tekankan Pemegang Akun Adalah Orang yang Tepat (Sumber: Instagram @sahabaticw, @kpu_jatim)

ICW Sebut Sirekap Buka Celah Manipulasi Suara, KPU Jatim Tekankan Pemegang Akun Adalah Orang yang Tepat (Sumber: Instagram @sahabaticw, @kpu_jatim)

Frensia.id – ICW atau Indonesia Corruption Watch baru-baru ini merilis siaran pers sebagai tanggapan atas pembaruan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Pemilu 2024 oleh KPU RI.

Dilansir dari laman resmi ICW, antikorupsi.org., LSM yang getol memerangi korupsi ini menyebutkan bahwa pembaruan tersebut akan menyulitkan publik untuk melakukan pengawasan.

Pasalnya, informasi publik yang akan ditampilkan dalam Sirekap akan berbentuk gambar atau PDF tanpa tabulasi di tingkat kabupaten/kota.

“Ketika mengakses Sirekap saat pemungutan suara di Pilkada nanti, data yang dapat dilihat oleh publik hanyalah kumpulan gambar formulir C1 tanpa informasi perolehan suara sementara yang didapat dari tabulasi di tingkat kabupaten/kota,” tulis ICW mengutip pernyataan Komisioner KPU RI, Idham Holik.

Baca Juga :  Warga Desa Suci dan Pakis Audiensi ke DPRD Jember Tuntut Kejelasan Sertifikat Tanah Ketajek

ICW menyebutkan dalam Pemilu 2024, Sirekap memuat data numerik perolehan suara sementara, sehingga publik juga bisa ikut mengawasi perkembangan hasil penghitungan suara yang didapat oleh masing-masing pasangan calon.

“Meski pada awal Maret 2024, grafik hasil sementara tersebut juga sempat dihilangkan oleh KPU dengan alasan maraknya polemik dan disinformasi yang timbul akibat ketidakakuratan hasil konversi dan pembacaan data dalam Pilpres dan Pileg 2024,” lanjut ICW.

Sehingga tidak mengherankan jika ICW beranggapan perubahan dalam Sirekap tersebut, dapat memfasilitasi kecurangan dalam berbagai bentuk seperti manipulasi, pencurian, maupun penggelembungan suara.

Padahal menurut mereka, Sirekap sejatinya dapat mencegah hal tersebut untuk terjadi. Lebih lanjut, ICW juga menyatakan langkah yang diambil oleh KPU tersebut mengaburkan komitmen penyelenggara pemilu dalam melaksanakan pemilihan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Baca Juga :  Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu

Di beda tempat, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) menekankan agar nantinya petugas yang memegang akun Sirekap adalah orang yang tepat.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota KPU Jatim, Eka Wisnu Wardhana dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantapan Penggunaan Aplikasi dan Uji Coba Sirekap Pemilihan Serentak Tahun 2024, pada 4-6 November.

Pada Bimtek yang dilaksanakan di Golden Tulip Holland Resort Batu, Kota Batu itu Wisnu juga mengingatkan bahwa pemanfaatan aplikasi Sirekap akan sangat menentukan kesuksesan Pilkada serentak 2024.

Selain itu, Wisnu menegaskan seluruh penyelenggara Pilkada serentak 2024 wajib memegang teguh integritas, profesionalitas, dan loyalitas.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat
Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk
Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

Baca Lainnya

Saturday, 31 October 2026 - 22:47 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk

Friday, 30 October 2026 - 20:15 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa

Friday, 30 October 2026 - 18:18 WIB

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading