Dmitry Medvedev Sindir Keras Pemimpin Ukraina

Friday, 20 December 2024 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar

Gambar "Dmitry Medvedev Sindir Keras Pemimpin Ukraina" sumber edit by Muhammad Riyadi

Frensia – Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia kembali melontarkan sindiran keras terhadap kepemimpinan Ukraina dan menyegaskan komitmen Rusia untuk perdamaian.

Pernyataan Medvedev ini sebagaimana pesan yang di posting melalui saluran Telegramnya pada tanggal 20 Desember 2024.

Dalam unggahannya, Medvedev menyoroti pentingnya etika dan sikap seorang pemimpin negara besar, seraya memberikan apresiasi kepada Presiden Vladimir Putin atas gaya kepemimpinannya.

“Presiden sebuah negara besar harus selalu bersikap dengan sangat sopan dan berperilaku dengan pantas,” tulis Medvedev, merujuk pada kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh Putin selama sesi tanya jawab tahunan Direct Line.

Medvedev menegaskan bahwa karakter itulah yang membuat Putin layak menjadi pemimpin.

Sebaliknya, Medvedev menyindir pemimpin Ukraina, yang menurutnya menggunakan penghinaan publik sebagai cara untuk menunjukkan kekuatan. Ia menyebut tindakan ini sebagai upaya sia-sia untuk mencari perhatian internasional.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Gemakan Seruan "Raja Damai" di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

“Penghinaan adalah simbol jari tengah,” tulisnya, merujuk pada hal yang dianggapnya tidak pantas.

Medvedev juga mengkritik pendekatan pemimpin Ukraina dalam menanggapi konflik yang sedang berlangsung.

Ia mengkritik gaya bahasa kasar yang digunakan untuk memastikan dukungan senjata dan bantuan finansial dari negara-negara Barat.

“Ini adalah upaya untuk menegaskan bahwa negosiasi dengan Rusia tidak mungkin dilakukan, sehingga Barat akan terus memberikan uang dan senjata,” jelasnya pada 20/12/2024.

Lebih lanjut, Medvedev mengutip pernyataan Putin yang menyebut bahwa negosiasi hanya mungkin dilakukan jika pemimpin Ukraina saat ini dikembalikan secara sah ke jabatan kepala negara.

Baca Juga :  Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Namun, ia menilai bahwa kondisi ini tidak realistis, sehingga pemimpin Ukraina lebih memilih memperpanjang konflik.

“Pemimpin kecil itu menyadari bahwa ini tidak realistis, jadi dia menggandakan seruannya untuk perang,” tambah Medvedev.

Medvedev juga menegaskan keyakinannya bahwa pemimpin Ukraina tidak akan bertahan lama di kursi kekuasaan.

Ia memprediksi bahwa pemimpin tersebut akan segera terbuang ke dalam jurang sejarah, dimana namanya akan dilupakan.

Pernyataan keras Medvedev ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat antara Rusia dan Ukraina.

Ia juga menegaskan kembali dukungannya terhadap pendekatan Presiden Putin, yang menurutnya tetap fokus pada solusi politik yang realistis untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem
Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Baca Lainnya

Friday, 3 April 2026 - 22:29 WIB

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

TERBARU

Air hujan yang menggenangi jalan depan Hotel Bandung Permai, Kecamatan Kaliwates, Jember, (Foto: Sigit/Frensia).

News

Hujan Deras Akibatkan Jalan di Jember Tergenang Air

Tuesday, 21 Apr 2026 - 19:03 WIB