Gus Khozin, Santri dan Mantan Aktivis UIN KHAS Resmi Jadi DPR RI, Wakili Dapil Jember-Lumajang

Tuesday, 21 January 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Gus Khozin, Santri dan Mantan Aktivis UIN KHAS Resmi Jadi DPR RI, Wakili Dapil Jember-Lumajang (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Gus Khozin, Santri dan Mantan Aktivis UIN KHAS Resmi Jadi DPR RI, Wakili Dapil Jember-Lumajang (Sumber: Grafis Frensia)

Frensia.Id – Muhammad Khozin, anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB), resmi dilantik melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) untuk Dapil Jawa Timur IV (Jember dan Lumajang).

Pelantikan ini berlangsung pada Selasa (21/1/2025) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Bersama Gus Khozin, turut dilantik Anisah Syakur dan Muhammad Hilman Mufidi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Prosesi pelantikan ini merujuk pada Keputusan Presiden No. 156/P Tahun 2024 tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Antarwaktu Anggota DPR RI. Dalam sambutannya, Puan Maharani mengingatkan para anggota yang dilantik untuk menjaga sumpah yang mengandung tanggung jawab besar terhadap bangsa, negara, dan Pancasila.

Muhammad Khozin, atau yang akrab disapa Gus Khozin, bukanlah sosok asing di kalangan masyarakat pesantren dan aktivis muda. Ia adalah seorang santri tulen yang dibesarkan di lingkungan pondok pesantren.

Bahkan Kedua orang tuanya, almarhum KH Munief Syafii dan almarhumah Nyai Hj. Nur Arifah, juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid di Probolinggo.

“Saya ini santri sejak dalam kandungan,” ujar Gus Khozin sambil tersenyum.

Perjalanan hidup Gus Khozin penuh liku. Sejak muda, ia menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren, hingga akhirnya melanjutkan studi di UIN KHAS Jember. Di kampus tersebut, ia aktif dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang membentuk karakter kepemimpinannya.

“Saya aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat kuliah di UIN KHAS Jember,” sebut suami dari Hj. Nur Wahidah ini.

Baca Juga :  Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Sambangi BPS Pusat Bahas Integrasi Data

Setelah lulus studi di UIN KHAS, ia mencoba menajalani karier secara profesional dari nol, termasuk sebagai wartawan di Malang, Jakarta, dan Bogor.

“Saya merasakan situasi yang benar-benar membutuhkan keyakinan, tahan banting, dan senantiasa memupuk harapan. Pelajaran yang sangat berharga dalam perjalanan hidup ini,” kenangnya.

Pengalaman tersebut mengantarkannya menjadi staf ahli di pemerintahan, termasuk Walikota Bogor Bima Arya dan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin. Kini, di usia 36 tahun, Gus Khozin merasa lebih siap mengemban tugas sebagai wakil rakyat.

Gus Khozin adalah sosok multitalenta. Selain aktivis yang benar-benar masuk dalam beberapa sektor profesional.

Ia juga aktif di dunia usaha dan pendidikan. Sebagai pengusaha, ia terlibat dalam sektor peternakan, makanan, dan minuman yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Dunia usaha akan menjadi pemantik pergerakan ekonomi di akar rumput,” ujarnya.

Menariknya lagi, karier profesional yang dijalankannya tidak memberhentikan peningkatan kompetensinya di ruang akademisi. aat ini sedang menyelesaikan disertasi sebagai bagian dari Program Doktor Ilmu Administrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Jember (Unej).

Bahkan dalam CVnya, tampak ia memiliki riwayat pendidikan yang beragam, Tak hanya di UIN KHAS. Ia juga tercatata sebagai akademisi Universitas Dr. Soetomo Surabaya hingga University of Malaya.

Baca Juga :  Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat

“Bagi saya pendidikan bukan soal mengejar gelar, tetapi ini merupakan proses rohani yang sangat dalam untuk menyelami ilmu Allah yang amat sangat luas dan tak terbatas ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, Gus Khozin juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswi Al-Khozini di Jember. Peran ini ia jalani dengan penuh dedikasi untuk mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu.

Pelantikan sebagai anggota DPR RI membuka babak baru dalam perjuangan Gus Khozin. Baginya, fungsi DPR dalam legislasi, pengawasan, dan penganggaran harus dijalankan dengan sungguh-sungguh demi kemaslahatan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga interaksi hangat dengan konstituen. Menurutnya, pertemuan dengan masyarakat adalah pengingat tentang beratnya amanah yang diemban.

“Setiap bertemu dengan masyarakat selalu ada pesan, keluhan, bahkan tangisan yang wajib diperjuangkan melalui kerja konstitusional di DPR,” tegasnya.

Sebagai santri yang memahami kebutuhan masyarakat desa, Gus Khozin menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga di dapil Jember-Lumajang.

“Insya Allah amanah ini, lahir batin didedikasikan untuk warga. Mohon doanya selalu,” tutup Gus Khozin.

Keberadaan Gus Khozin di DPR RI menjadi simbol perjuangan generasi muda pesantren yang mampu berkiprah di panggung nasional.

Dengan latar belakang yang kaya akan pengalaman, ia diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Jember-Lumajang, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat
Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk
Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

Baca Lainnya

Sunday, 1 November 2026 - 22:37 WIB

Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat

Saturday, 31 October 2026 - 22:47 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk

Friday, 30 October 2026 - 20:15 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa

Friday, 30 October 2026 - 18:18 WIB

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading