Bukan 98 Lagi, Jhi Lilur: Saatnya Aktivis Abad 21 Pimpin Gerakan Massa

Sunday, 31 August 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Netra Bangsa Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. (Istimewa)

Ketua Umum Netra Bangsa Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. (Istimewa)

Frensia.Id- Ketua Umum Netra Bangsa Indonesia (NBI), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Jhi Lilur, menanggapi rencana Aktivis 98 yang akan menggelar jumpa pers untuk menyuarakan tuntutan aksi di tahun 2025. Dirinya mengaku terkejut dengan langkah tersebut.

“Saya kaget dan heran ketika membaca undangan rilis pada wartawan bahwa Aktivis 98 akan menggelar jumpa pers untuk menyuarakan tuntutan mereka. Padahal, 2025–1998 itu selisih 27 tahun. Bahkan sudah berbeda abad,” katanya, Sabtu (30/08/2025).

Menurut Jhi Lilur, setiap gerakan memiliki zamannya sendiri. Gerakan 98 adalah gerakan khas era reformasi, sementara hari ini Indonesia telah memasuki abad ke-21 yang seharusnya melahirkan aktivis baru.

“Tentu sebagai Aktivis 98 saya kaget, apakah tidak ada aktivis di Republik Indonesia pada abad ke-21 ini, sehingga Aktivis 98 terpaksa harus merilis tuntutan aksi demonstrasi yang bahkan banyak dilakukan oleh anak-anak STM?” ujarnya.

Dia menegaskan, sebagaimana dirinya dulu menolak gerakan 98 diklaim oleh generasi sebelumnya, maka aktivis masa kini juga seharusnya berdiri dengan identitasnya sendiri.

“Dulu, saat saya masih mahasiswa tahun 1998, saya tidak mau Gerakan 98 diklaim oleh Gerakan 72, 80-an, bahkan 90-an. Aktivis 98 adalah Aktivis 98. Saat reformasi terjadi, kami merasa nama Aktivis 98 menjadi tonggak era baru, jauh lebih hebat dari Aktivis 66,” tegasnya.

Karena itu, dia menyerukan agar aktivis muda masa kini tampil di garis depan.

“Wahai rekan Aktivis 2025, wahai adik-adik Aktivis Abad 21, hadir dan muncullah! Jangan mau gerakan kalian diklaim oleh Aktivis Abad 20. Merdekalah bergerak tanpa ditunggangi pihak mana pun,” serunya.

Dalam kesempatan itu, Jhi Lilur juga mengingatkan pentingnya memberi ruang bagi Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk memimpin hingga akhir masa jabatannya.

“Beri kesempatan pada Presiden terpilih untuk memimpin negeri ini. Terlalu mahal biayanya kalau kalian, Aktivis Abad 21, mesti mengganti presiden. Beri Prabowo Subianto kesempatan menyelesaikan kepemimpinannya,” tandasnya.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan optimisme terhadap peran generasi baru.

“Selamat datang di dunia gerakan Indonesia, wahai Aktivis Abad 21. Bergeraklah! Bersihkan Indonesia dari para durjana. Di tangan Aktivis Abad 21, mimpi Indonesia Emas wajib menjelma,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat
Kebakaran Hebat Mangli-Jember, Motor NMax Gosong, Kerugian Ratusan Juta
Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara
Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bondowoso Gelar Rakor Sinergi Antar Instansi
Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa
Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes
DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei
Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Baca Lainnya

Thursday, 30 April 2026 - 07:58 WIB

NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat

Monday, 6 April 2026 - 08:57 WIB

Kebakaran Hebat Mangli-Jember, Motor NMax Gosong, Kerugian Ratusan Juta

Wednesday, 1 April 2026 - 16:49 WIB

Heboh Kasus Amsal Sitepu, Hotman Paris: Membahayakan Dunia Pengacara

Tuesday, 31 March 2026 - 16:06 WIB

Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bondowoso Gelar Rakor Sinergi Antar Instansi

Thursday, 5 March 2026 - 22:34 WIB

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

TERBARU

Suasana Diskusi Publik bertema: Bayang-bayang TPPO di Dalam Kampus, Modus Baru TPPO Berkedok Magang (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

Migrant Care Jember Soroti Modus Baru TPPO di Dalam Kampus

Friday, 1 May 2026 - 22:47 WIB