Terlibat Skandal! PBNU Gagal Jaga Marwah Jam’iyyah, Saatnya Lengser

Wednesday, 24 September 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Terlibat Skandal! PBNU Gagal Jaga Marwah Jam’iyyah, Saatnya Lengser (Sumber: Istimewa)

Gambar Terlibat Skandal! PBNU Gagal Jaga Marwah Jam’iyyah, Saatnya Lengser (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID – Putra ulama kharismatik KH Moeslim Rifa’i Imampuro atau Mbah Liem Klaten, KH Mochammad Fathal, akhirnya bersuara lantang menyoroti kemelut yang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Skandal keterkaitan dengan zionisme Israel hingga dugaan korupsi tambahan kuota dan penyelenggaraan haji 2023–2024 membuatnya prihatin dan menilai kepemimpinan PBNU saat ini gagal menjaga marwah jam’iyyah.

Menurutnya, kondisi ini sangat kontras dengan teladan para pendahulu NU seperti Gus Dur dan Mbah Liem, yang dikenal sederhana, nasionalis, dan berjuang sepenuh hati untuk kepentingan umat.

“Saya tidak bermaksud membandingkan, tapi Gus Dur dan Mbah Liem bisa diteladani oleh petinggi PBNU. Keduanya berjuang demi kemaslahatan umat, zuhud, sederhana, dan jauh dari sikap pragmatis,” ujar Gus Moch, sapaan akrab KH Mochammad Fathal, belum lama ini.

Gus Moch mengenang kepemimpinan Gus Dur yang kerap ditemani Mbah Liem, baik saat memimpin PBNU maupun ketika menjadi Presiden ke-4 RI. Menurutnya, keduanya adalah ulama sekaligus negarawan yang berani mengambil langkah tak biasa demi menyelamatkan bangsa dan agama.

Baca Juga :  Gus Fawait Usul Setiap Anggota DPRD Jember Punya Tenaga Ahli

“Teladan Gus Dur luar biasa, berkorban demi keutuhan negara dan menanamkan fondasi kesatuan bangsa. Mbah Liem pun demikian. Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti yang beliau dirikan adalah bukti komitmen nasionalisme ulama pesantren,” jelasnya.

Sebaliknya, Gus Moch mengaku prihatin dengan perilaku petinggi PBNU saat ini. Ia menilai, sikap pragmatis mereka dalam politik, keterlibatan dalam bisnis tambang, hingga dugaan korupsi haji telah meruntuhkan wibawa organisasi dan merusak pakem dakwah ulama nusantara.

“Apa yang mereka lakukan bisa membahayakan NKRI dan NU. Mereka berebut tambang, berebut jadi komisaris BUMN, hingga memanfaatkan tambahan kuota haji untuk keuntungan pribadi. Itu jelas bertentangan dengan semangat perjuangan para pendahulu,” tegasnya.

Baca Juga :  Antrean SPBU Jember Mengular Gus Fawait Panggil Pertamina

Lebih jauh, ia menuding sikap PBNU membuka ruang kerja sama dengan zionisme Israel adalah bentuk penyimpangan serius yang bisa mengancam masa depan bangsa.

Sebagai penerus kepengasuhan Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) Klaten, Gus Moch menegaskan perlunya PBNU melakukan muhasabah (introspeksi) dan menyerahkan dugaan kasus korupsi haji sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kemelut penyusupan zionisme, dugaan korupsi haji, dan perebutan urusan tambang menunjukkan kegagalan kepemimpinan PBNU. Maka kepemimpinan saat ini tidak perlu dilanjutkan, karena dampaknya sistemik,” katanya.

Ia menambahkan, jika para petinggi PBNU tidak mau mengundurkan diri, maka percepatan pergantian kepemimpinan menjadi jalan terbaik demi menyelamatkan jam’iyyah.

“Saya setuju mereka lengser. Kalau tidak, segera percepat pergantian kepemimpinan di PBNU,” tegasnya.***

Penulis : Qhobid Z

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan
Datang ke Jember, Komisi D DPRD Jatim Bahas Jalan Rusak dan Tambang Ilegal
DPRD Jember Lapor Polisi terkait Hilangnya 2 Batu Yoni Situs Pocangan Sukowono
DPRD Jember Dorong Adanya Klarifikasi Dugaan Disiplin ASN Pemkab Jember
Pemkab Jember Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Samanhudi Depan Pasar Tanjung
Gus Fawait Tegaskan Kebijakan Perubahan Tata Kelola Pasar Tanjung Jember atas Usulan Pedagang
Gus Fawait Sampaikan Penjelasan Raperda APBD 2027, Targetkan Pendapatan Daerah Senilai Rp 4.520 Triliun
Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Terkait Dugaan Indisipliner ASN

Baca Lainnya

Wednesday, 30 September 2026 - 17:48 WIB

Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan

Tuesday, 29 September 2026 - 18:42 WIB

Datang ke Jember, Komisi D DPRD Jatim Bahas Jalan Rusak dan Tambang Ilegal

Tuesday, 29 September 2026 - 16:06 WIB

DPRD Jember Lapor Polisi terkait Hilangnya 2 Batu Yoni Situs Pocangan Sukowono

Tuesday, 29 September 2026 - 11:57 WIB

DPRD Jember Dorong Adanya Klarifikasi Dugaan Disiplin ASN Pemkab Jember

Monday, 28 September 2026 - 22:20 WIB

Pemkab Jember Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Samanhudi Depan Pasar Tanjung

TERBARU

Gambar Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:31 WIB

Gambar Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading