Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

Wednesday, 25 February 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

Ilustrasi Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

FRENSIA.ID– Marta Carrasco dan rekan-rekan akademisi Barcelona Spanyol meneliti tentang kadar glukosa kelompok Muslim di Spanyol. Penelitian yang terbit tahun ini, 2026, pada BMC journals mengkonfirmasi perempuan lebih rentan diabetnya meningkat.

Studi retrospektif berbasis populasi yang komprehensif ini dilakukan di wilayah Catalonia, Spanyol, dengan memanfaatkan basis data perawatan primer SIDIAP yang mencakup rentang waktu dari tahun 2010 hingga 2019.

Riset ini secara khusus menyoroti potensi pengaruh praktik yang berkaitan dengan bulan suci Ramadhan terhadap diagnosis diabetes melitus gestasional pada ibu hamil. Diabetes melitus gestasional sendiri merupakan kelainan metabolisme berupa hiperglikemia yang umum terjadi dan sering kali baru terdiagnosis secara klinis pada trimester kedua atau ketiga masa kehamilan.

Dalam pelaksanaan metodologinya, tim peneliti mengamati secara saksama sebanyak 35.054 episode kehamilan dari perempuan yang berasal dari negara-negara mayoritas Muslim dengan rentang usia 18 hingga 50 tahun serta tanpa riwayat penyakit diabetes sebelumnya.

Kelompok populasi ini kemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol yang memiliki jumlah dan karakteristik usia kalender serupa, namun berasal dari negara-negara non-Muslim. Analisis medis difokuskan pada perbandingan insiden diagnosis diabetes gestasional dan nilai glukosa plasma antara periode bulan Ramadhan dan di luar periode Ramadhan untuk kedua kelompok tersebut.

Baca Juga :  Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Kaliwates Jember

Hasil penelusuran data klinis tersebut menunjukkan temuan komparatif yang sangat mencolok. Pada kelompok kontrol dari negara non-Muslim, tingkat kejadian diabetes gestasional tergolong stabil dan hampir tidak menunjukkan adanya perbedaan yang berarti, yakni 5,57 persen selama periode Ramadhan dibandingkan dengan angka 5,52 persen di luar waktu Ramadhan.

Sebaliknya, kelompok perempuan dari negara mayoritas Muslim memperlihatkan lonjakan persentase kasus yang sangat signifikan. Angka kejadian diabetes gestasional melonjak tajam menjadi 12,8 persen pada saat bulan Ramadhan, jauh melebihi angka 8,84 persen yang tercatat pada bulan-bulan biasa.

Berdasarkan analisis regresi yang telah disesuaikan dengan berbagai faktor seperti usia ibu, indeks massa tubuh, jumlah kehamilan, tekanan darah, serta status sosial ekonomi, temuan ini mengonfirmasi adanya peningkatan risiko diabetes gestasional yang jauh lebih tinggi pada perempuan Muslim selama bulan puasa.

Baca Juga :  Cabuli Santri Belasan Kali, Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Diringkus Polisi

Secara keseluruhan, para peneliti mencatat adanya peningkatan diagnosis sekitar lima puluh persen pada populasi spesifik ini ketika tes diagnosis medis dilakukan bertepatan dengan periode Ramadhan.

Meskipun otoritas agama sebenarnya memberikan keringanan atau pengecualian berpuasa bagi para ibu hamil, realitas di lapangan menunjukkan bahwa persentase yang tinggi dari mereka tetap memilih mempraktikkan puasa guna berbagi pengalaman spiritual dan merasakan kebersamaan sosial dengan keluarga. Para akademisi kemudian menyimpulkan bahwa fenomena peningkatan diagnosis ini kemungkinan besar dipengaruhi secara langsung oleh perubahan fisiologis maupun aktivitas ketika berpuasa.

Oleh karena itu, para tenaga medis sangat disarankan untuk selalu mempertimbangkan faktor waktu Ramadhan saat menjadwalkan tes skrining glukosa guna meminimalisir kemungkinan overdiagnosis pada pasien hamil. Studi lanjutan yang lebih ekstensif tentunya masih sangat dibutuhkan guna memastikan seluruh temuan observasi medis ini.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian
Diminati Masyarakat Internasional, Fakultas Dakwah UIN KHAS Sambut Kedatangan Mahasiswa dari 5 Negara
Puluhan Anak dan Wali Murid di Jember Diare Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis
Bukan Cuma Seremonial, Intip Uniknya MPLS Humanis di SDN Banjarsengon 02 Jember
Tim Robotik Indonesia Rebutkan Tiket Robocon Internasional di KRAI 2026
IMMH UI Sampaikan Catatan Kritis dalam RDPU Bersama Komisi X DPR RI Soal RUU Sisdiknas
Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sampaikan Pentingnya Etika saat Yudisium ke XXXI 2026
Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026

Baca Lainnya

Wednesday, 22 July 2026 - 13:49 WIB

Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

Tuesday, 21 July 2026 - 14:31 WIB

Diminati Masyarakat Internasional, Fakultas Dakwah UIN KHAS Sambut Kedatangan Mahasiswa dari 5 Negara

Friday, 17 July 2026 - 12:48 WIB

Puluhan Anak dan Wali Murid di Jember Diare Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Tuesday, 14 July 2026 - 10:56 WIB

Bukan Cuma Seremonial, Intip Uniknya MPLS Humanis di SDN Banjarsengon 02 Jember

Saturday, 11 July 2026 - 22:02 WIB

Tim Robotik Indonesia Rebutkan Tiket Robocon Internasional di KRAI 2026

TERBARU

Penampilan Novia Bachmid, saat membawakan lagu Tabola Bale di acara Jember Fashion Carnaval (Foto: Sigit/Frensia).

Entertainment

Lagu Tabola Bale Bergema di Panggung Hari ke-2 JFC 2026

Saturday, 25 Jul 2026 - 19:38 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading