Kaliwates, Frensia.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri di tahun 2026 jasa selep daging ramai diserbu warga.
Salah satunya selep daging “Pak Boy” di Pasar Pelita Baru, yang berada di Kecamatan Kaliwates, Jember.
Jasa selep daging milik pasangan suami istri, Sumar dan Manida itu sudah ramai sejak awal bulan Ramadan.
“Kalau sekarang ini mulai pertama (Bulan Ramadan) itu ramai terus,” kata Manida, saat ditemui di tempat selep dagingnya, pada Minggu, (15/3/2026).
Menurut Manida selain mendekati Hari Raya Idul Fitri, ramainya orang nyelep daging ketika sudah tiba Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
Permintaan pelanggan hingga 2 bahkan 4 kali lipat di hari biasanya.
“Jadi selep sering kali harus buka lebih pagi dan tutup lebih sore,” kata dia.
Di momen hari besar Islam, pelanggan yang menyelep daging tidak hanya para pedagang bakso, tetapi juga ibu rumah tangga untuk dikonsumsi sendiri.
Ia mengatakan bahwa dalam sehari, daging yang diselep untuk dijual pada pelanggannya itu hingga berkuintal.
“Kalau nyelep sampai 2 kuintalan mungkin yang dijual untuk daging itu ya segituan. Lebih 4 kuintal kalau yang sekarang ini,” kata dia.
Selain melayani pembelian selep daging, Manida juga menerima daging yang dibawa pelanggan dari rumah, untuk dijadikan adonan bakso dan bakwan.
Kiloan daging yang dibawa pelanggan bervariasi. “Ada yang 3 (kg), 4 (kg), ya 2 (kg), ya gitu,” kata Manida.
Pembayaran jasa selep daging untuk adonan disesuaikan dengan harga daging di pasar.
“Kalau daging naik, adonan ikut naik. Harga daging Rp 135 ribu per kilo,” katanya.
Harga adonan yang dipatok Manida mulai berubah ketika harga daging sudah naik. Mulai dari adonan yang murah hingga paling mahal.
Harga 1 kilo adonan yang awalnya masih Rp 60 ribu, kini sudah berubah.
“Paling murah Rp 75 ribu, 1 kilo adonannya itu,” jelasnya.






