Frensia.Id- Dinas Sosial Jawa Timur turun langsung melakukan evakuasi terhadap AR (16). Seorang remaja asal Kecamatan Mayang, Jember yang merupakan ODGJ.
Lantaran sering mengamuk dan berperilaku agresif usai sang ayah meninggal dunia. AR terpaksa dipasung oleh keluarganya di sebuah dapur selama empat bulan terakhir.
“Mendengar kabar tersebut, kemarin Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melalui Tim Jatim Social Care (JSC) bergerak cepat. Petugas mengevakuasi remaja tersebut untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, AR sebenarnya sudah mengidap gangguan jiwa sejak lahir. Namun, kondisinya sempat stabil karena memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan mendiang ayahnya.
“Namun kondisi memburuk hanya empat hari setelah pulang (dari RS) pada Januari 2026. Tekanan psikologis berat muncul setelah ayahnya meninggal dunia,” ujarnya.
Lantaran agresif dan kerap melempari tetangga dengan batu hingga sempat mencekik ibunya. Pihak keluarga yang ketakutan akhirnya memutuskan untuk memasung AR di bangunan dapur yang terpisah dari rumah utama.
“Karena semakin parah, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk dipasung,” paparnya.
Kata dia, Tim JSC Dinsos Jatim bersama Dinsos Jember dan perangkat desa setempat melakukan pendekatan humanis kepada pihak keluarga sebelum melakukan evakuasi. Usai dilepas dari pasungan, AR langsung dimandikan dan diberikan pemeriksaan medis awal di lokasi.
“Kasus seperti ini menunjukkan bahwa pemulihan ODGJ tidak bisa berhenti di tahap medis saja. Harus ada kesinambungan dalam pendampingan sosial agar kondisi mereka tetap stabil,” tambahnya.
“Kini, AR telah dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan milik Dinsos Jatim. Di sana, remaja ini akan menjalani rehabilitasi sosial menyeluruh untuk mengembalikan fungsi sosialnya secara bertahap,” tandasnya.






