Harga Kedelai dan Plastik Naik Bersamaan, Perajin Tempe di Rambipuji Jember Kurangi Ukuran Produk

Thursday, 9 April 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempe milik Miftahul Huda, perajin tempe dari Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Tempe milik Miftahul Huda, perajin tempe dari Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Rambipuji, Frensia.id – Sejumlah perajin tempe kini telah merasakan dampak dari kenaikan harga kedelai dan plastik yang disebabkan adanya perang di Timur Tengah.

Miftahul Huda, salah satu perajin tempe dari Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, mengatakan bahwa naiknya harga kedelai dan plastik secara bersamaan, sejak Hari Raya Idulfitri ke tujuh atau Lebaran Ketupat.

“Satu rol plastik (persegi panjang) Rp 20 ribu awalnya. Terus setelah Hari Raya (Idulfitri) Rp 38 ribu,” kata Huda, saat ditemui di tempat produksi tempenya, pada Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :  Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

Sedangkan untuk harga kedelai yang semula Rp 9 ribu, per satu kilo. Kini sudah naik menjadi Rp 12 ribu, per satu kilo.

Huda mengatakan bahwa sejak mendengar kabar kenaikan harga bahan baku tempe, dia mensiasatinya dengan mengurangi ukuran produk.

Bungkusan tempe yang awalnya berisi kedelai dengan takaran 1 kilo 40 ons. Huda menguranginya menjadi 1 kilo 30 ons.

Meskipun harga bahan baku tempe mahal, Huda menjualnya dengan harga tetap.

Alasan dia tidak menaikkan harga tempenya, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga :  Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

“Harganya (tempe) tetap, tidak bisa kayak gitu dinaikkan,” kata Huda.

Ada dua ukuran tempe yang Huda jual. Untuk ukuran persegi panjang dengan takaran kedelai 1 kilo 30 ons, dia beri harga Rp 15 ribu.

Sedangkan untuk ukuran yang kecil diberi harga Rp 5 ribu.

Huda mengungkapkan jika informasi kenaikan harga bahan baku tempe, didapat dari pihak distributor yang biasanya dia beli untuk diproduksi kembali.

Dia juga menyebutkan bahwa harga bahan baku tempe menjadi naik, karena terkendala saat pengiriman ke Indonesia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM
Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Baca Lainnya

Tuesday, 18 August 2026 - 16:26 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan

Wednesday, 5 August 2026 - 17:30 WIB

Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

Wednesday, 5 August 2026 - 15:30 WIB

BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen

Sunday, 2 August 2026 - 17:33 WIB

Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

TERBARU

Gambar Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio (Sumber: Suarasurabaya.net)

Politia

Belum Dapat Bantuan, Guru Korban Gempa NTT Curhat ke Radio

Tuesday, 18 Aug 2026 - 17:41 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading