Frensia.id – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanggul, Jember, Mulyadi, menyampaikan fokus perubahan pelayanan di 100 hari kerja pertama, di masa kepemimpinannya, pada Jum’at (17/4/2026).
Dalam kesempatan yang bertepatan pada hari lahirnya yang menginjak usia 46 tahun, dia mengatakan untuk menuju langkah perubahan tersebut, harus dimulai dengan menyerap saran dan masukan dari masyarakat.
“Pendekatan ini menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan dan program KUA yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, yaitu berdampak nyata terhadap masyarakat,” kata Mulyadi, saat di KUA Tanggul.
Dia menekankan bahwa fokus perubahan pelayanan di KUA Tanggul, dimaksudkan untuk membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, hal tersebut telah sesuai dengan komitmen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, dalam program Zona Integritas (ZI) dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Adapun untuk kewenangan kerja KUA di wilayah kecamatan, antara lain: Pelayanan Nikah dan Rujuk, Pembinaan Keluarga Sakinah Maslahah, Kepenyuluhan Agama, Zakat, Wakaf, Masjid dan Pelayanan Data Keagamaan.
Selain itu, KUA Tanggul juga mempunyai program-program prioritas yang akan berjalan di hari kerja berikutnya.
Program tersebut, di antaranya: peningkatan kualitas layanan nikah dan rujuk atau PENARI (Pelayanan Nikah Tanpa Ribet), percepatan digitalisasi sistem pelayanan dan pengarsipan, yaitu Sistem Akses Harmonisasi Administrasi dan Bimbingan Agama Terpadu atau SAHABAT KUA, Gerakan Zakat Ekoteologi (GENZE), Wakaf Hijau dan penataan KUA kecamatan yang lebih efisien, dan responsif melalui program KUA Hijau.
Dengan arah baru kepemimpinan di KUA Tanggul, Mulyadi menanamkan budaya kerja kolaboratif di internal organisasi.
Dia mendorong sinergi lintas sektor, membuka ruang inovasi, dan memberi kesempatan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di KUA Tanggul untuk berkontribusi sesuai bakat yang dimiliki.
“Kepemimpinan bukan hanya tentang mengarahkan, tetapi juga menggerakkan dan memberdayakan. Network Governance of Sustainable (NGoS). Inilah motivasi kerja kita dalam mewujudkan cita-cita kedepannya,” kata dia.
Mulyadi berharap dalam waktu satu tahun, hasil dari fokus pelayanan di KUA Tanggul dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Pelayanan menjadi lebih cepat, komunikasi lebih terbuka, dan masyarakat semakin dilibatkan dalam proses pembinaan dan pendampingan fungsi agama dan keagamaan di kecamatan, melalui konsep pembangunan “KUA Hijau, KUA Tangguh,” kata dia.
Harapan itu, bisa menjadi inspirasi dan aspirasi dalam membagun KUA Ekoteologi di Kabupaten Jember.
Sebab, kata Mulyadi, melalui visi yang kuat dan langkah yang konsisten, di 100 hari kerja ini bukan sekadar awal, melainkan pijakan menuju transformasi yang lebih besar.






