Peringati Hari Bumi, Mapala Jember Lakukan Aksi Pengambilan Kompos di TPA Pakusari

Wednesday, 22 April 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa Mapala se-Jember saat melakukan pengambilan kompos di TPA Pakusari, Jember, (Foto: Fadli/Frensia).

Sejumlah mahasiswa Mapala se-Jember saat melakukan pengambilan kompos di TPA Pakusari, Jember, (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, sejumlah Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Kabupaten Jember, melakukan agenda pengambilan kompos di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Pakusari, pada Rabu, (22/4/2026).

Koordinator Forum Ketua Umum Mapala Jember, Muhammad Rasya Firdaus, menyampaikan bahwa kompos yang diambil telah terbentuk selama 10 tahun ke belakang di TPA Pakusari.

“Kompos tersebut sudah kami kaji yang namanya adalah selapanan konservasi. Di sana kami sudah banyak, membahas tentang pupuk-pupuk kompos yang nantinya kita olah. Setelah ini kompos yang di sini akan kita bawa pulang,” kata Rasya, saat ditemui di TPA Pakusari.

Kata Rasya, pengambilan kompos tersebut digunakan untuk media tanam di setiap sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala di Jember.

Selain itu, kata dia, pihaknya akan membuat media sosial sebagai wadah publikasi untuk penyebaran wawasan tentang kompos tersebut.

Baca Juga :  Pembangunan Gudang di Jember Diprotes Petani Gegara Tabrak Aturan LP2B

“Untuk memberikan wawasan baru kepada masyarakat, bahwasanya sampah yang tertumpuk di TPA, itu ternyata bisa digunakan dan bisa bermanfaat bagi tumbuhan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih sebanyak 30 mahasiswa Mapala di Jember.

Rasya menjelaskan alasannya memilih TPA Pakusari sebagai tempat pengambilan kompos, karena banyak menerima sampah dalam jumlah banyak di setiap harinya.

“Karena yang dari kami kaji di Selapangan Konservasi. Kita mengulik dulu data-data terkait sampah yang ada di Jember. Ternyata sampah yang terindikasi paling banyak itu ada di TPA Pakusari,” ujarnya.

Menurut Rasya dari hasil kajiannya di Selapanan Konservasi, menunjukkan bahwa sampah yang dominan di TPA Pakusari adalah sampah organik dengan terhitung 81,9%.

Baca Juga :  Cipayung Plus dan BEM Se-Jember Turun Demo Tuntut Turunkan Harga BBM hingga Hentikan Militerisasi Ruang Sipil

Kata Rasya, agenda pengambilan kompos tersebut tidak berhenti saat peringatan Hari Bumi.

“Pastinya akan tetap berlanjut, di mana 2 sampai 3 bulan kita bakalan mengeshare, tentang bagaimana fungsi dari sampah di TPA, yang awalnya hanya dibuang saja, kemudian pemrosesannya tidak ada. Jadi kita mempersiapkan prosesnya dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Totok Muhammad Sholeh, Operator Jembatan Timbang TPA Pakusari, mengapresiasi adanya agenda pengambilan kompos tersebut.

“Adanya adik-adik mahasiswa ini untuk mengambil kompos itu bagus. Jadi bisa mengurangi gundukan sampah,” kata Totok, saat ditemui di TPA Pakusari.

Menurut Totok, pengambilan kompos dari tumpukan sampah organik, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk lahan pertanian, yang sudah mereka siapkan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri
Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren
Harapan Susmiadi untuk Perupa Jember usai Karyanya Dipamerkan pada Muharram Art Fest
PC GP Ansor Kencong Gelar Muharram Art Fest untuk Bangkitkan Eksistensi Perupa Jember
Inovasi Bank Sampah Kencong Jember: Sulap Plastik Bekas untuk Pembayaran Pajak hingga Tangani Stunting
Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Kaliwates Jember
Gelar Gathering Sahabat Kebaikan Yatim, BSI Maslahat Ajak Puluhan Anak Yatim Jember Belajar Lewat Eduwisata
Respons Pengelola soal Wisata Alam Kalijompo Sukorambi Jember akan Ditutup

Baca Lainnya

Thursday, 23 July 2026 - 20:35 WIB

Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri

Monday, 20 July 2026 - 22:55 WIB

Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren

Wednesday, 15 July 2026 - 23:40 WIB

Harapan Susmiadi untuk Perupa Jember usai Karyanya Dipamerkan pada Muharram Art Fest

Wednesday, 15 July 2026 - 20:50 WIB

PC GP Ansor Kencong Gelar Muharram Art Fest untuk Bangkitkan Eksistensi Perupa Jember

Tuesday, 14 July 2026 - 20:34 WIB

Inovasi Bank Sampah Kencong Jember: Sulap Plastik Bekas untuk Pembayaran Pajak hingga Tangani Stunting

TERBARU

Penampilan talent saat Artwear Carnival garapan dari para desainer (Foto: Fadli/Frensia).

Entertainment

Artwear Carnival JFC 2026 Tampilkan Beragam Busana Karya Para Desainer

Sunday, 26 Jul 2026 - 13:23 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading