Hardiknas 2026, Gus Fawait Soroti Kesempatan Belajar saat Talk Show Pendidikan

Saturday, 2 May 2026 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat acara Talk Show Pendidikan berlangsung di Pemkab Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Suasana saat acara Talk Show Pendidikan berlangsung di Pemkab Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan diisi agenda Talkshow Pendidikan, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Sabtu (2/5/2026).

Kurang lebih 350 peserta yang terdiri ratusan kepala sekolah, pengawas, dan penilik pendidikan hadir dalam acara tersebut.

Selain itu, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO juga turut menghadirinya.

Pada saat sambutan, Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, menceritakan pengalamannya semasa menempuh pendidikan di madrasah sejak kecil hingga dewasa.

“Bupati lulusan madrasah adalah bupati hari ini. Kita semua punya kesempatan yang sama, tidak boleh ada pendidikan yang dipandang sebelah mata,” kata dia.

Baca Juga :  Bupati Jember Tegaskan Urus KTP-KK Tak Boleh Dipungut Biaya Sepeser Pun

Gus Fawait juga menjelaskan alasan bahwa upacara Hardiknas tidak dipusatkan di alun-alun Jember.

Menurutnya, upacara akan lebih nyaman jika dilakukan di sekolah masing-masing.

“Saya tahu panjenengan kalau hadir di alun-alun itu nunduk, bukan karena terharu dengan sambutan saya, tapi karena kepanasan,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa adanya forum talkshow tersebut bertujuan untuk menyerap gagasan dari berbagai pihak, demi memperkuat mutu pendidikan di Kabupaten Jember.

Lebih lanjut, Gus Fawait juga menyinggung kebijakan daerah tentang kesejahteraan ASN di Jember.

Gus Fawait, menegaskan bahwa Pemkab Jember akan berkomitmen menjaga tambahan penghasilan pegawai dan menyiapkan pengangkatan PPPK.

Baca Juga :  ASN Imigrasi Kini WFH Setiap Jumat, Layanan Paspor Terganggu? Ini Penjelasannya

“Kalau manis terus bisa kena diabetes. Maka harus ada yang pahit, tapi menyehatkan,” ujarnya.

Dia mencontohkan kebijakan pahit yang dijalankan ASN melalui program verifikasi dan validasi data kemiskinan.

ASN diminta turun ke lapangan untuk melakukan pendataan masyarakat yang masih belum sejahtera, atau berada dalam desil 1 agar saat mendapat bantuan sosial tepat sasaran.

“Kalau bantuan tidak tepat sasaran, maka tidak akan efektif. Maka saya minta ASN turun langsung, verval 3 sampai 5 rumah,” tegasnya.

Pemkab Jember berharap dengan momentum Hardiknas 2026, muncul kolaborasi dari pihak pemerintah, tenaga pendidik dan masyarakat untuk pendidikan yang lebih merata.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember Tegaskan Urus KTP-KK Tak Boleh Dipungut Biaya Sepeser Pun
Peringati May Day, Gus Fawait Sebut Kesejahteraan Buruh Harus Terjamin
DPRD Jember Ingatkan Dampak El Nino, Mitigasi Pertanian Jadi Prioritas
Satu-satunya di Jatim, Kini Warga Jember Bisa Cetak E-KTP Langsung di Kecamatan
Bupati Fawait Ceritakan Warga Miskin Ekstrem di Jember Makan Nasi Cuma Pakai Sambal
Komisi C DPRD Jember Respons soal Kenaikan Harga Satuan Bahan Konstruksi
Gapensi Jember Keluhkan Kenaikan Harga Satuan Bahan Konstruksi
DPRD Jember Cecar PT KAI Daop 9 soal Pembangunan Jalan Depan Stasiun Tanpa Perizinan

Baca Lainnya

Saturday, 2 May 2026 - 23:31 WIB

Hardiknas 2026, Gus Fawait Soroti Kesempatan Belajar saat Talk Show Pendidikan

Friday, 1 May 2026 - 23:07 WIB

Bupati Jember Tegaskan Urus KTP-KK Tak Boleh Dipungut Biaya Sepeser Pun

Thursday, 30 April 2026 - 23:27 WIB

DPRD Jember Ingatkan Dampak El Nino, Mitigasi Pertanian Jadi Prioritas

Thursday, 30 April 2026 - 23:16 WIB

Satu-satunya di Jatim, Kini Warga Jember Bisa Cetak E-KTP Langsung di Kecamatan

Thursday, 30 April 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fawait Ceritakan Warga Miskin Ekstrem di Jember Makan Nasi Cuma Pakai Sambal

TERBARU