Sulit Dapat Solar Subsidi, Nelayan Puger Jember Wadul ke DPRD

Saturday, 30 May 2026 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan nelayan asal Kecamatan Puger, Jember, saat mendatangi ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember (Foto: Istimewa).

Puluhan nelayan asal Kecamatan Puger, Jember, saat mendatangi ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Puluhan nelayan asal Kecamatan Puger mendatangi ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Jumat (29/5). Mereka mengadukan nasib terkait peliknya syarat mendapatkan solar bersubsidi untuk melaut.

Pertemuan di lantai dua gedung parlemen tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jember Widarto, Ketua Komisi B Candra Ary Fianto, Sekretaris Komisi D Nidi Naidha, dan Anggota Komisi B Suharto.

Salah satu persoalan utama yang dikeluhkan nelayan adalah syarat pembelian solar subsidi yang dinilai semakin rumit. Nelayan kecil mengaku belum seluruhnya memiliki barcode pembelian BBM subsidi.

Baca Juga :  Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, KASAU Dukung Target Swasembada Gula

“Nelayan kecil kesulitan melaut karena belum semua punya barcode pembelian solar subsidi,” ujar salah satu nelayan di lokasi, Jum’at (29/5/2026).

Selain masalah barcode, nelayan juga mengeluhkan menumpuknya dokumen administrasi yang wajib dipenuhi. Dokumen tersebut mulai dari Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), SIUP, NIB, NPWP, hingga Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan dan Kedatangan (STBLKK).

Menurut mereka, panjangnya rantai birokrasi ini sangat memberatkan, terutama bagi nelayan kecil dengan kemampuan ekonomi terbatas. Mereka berharap ada solusi nyata di kawasan Puger.

Baca Juga :  Komisi B DPRD Jember Soroti Insentif Pajak Petani yang Lahannya Masuk LP2B

“Kami ingin di Puger itu lengkap (pelayanannya),” ungkap Ketua Kelompok Nelayan Mutiara Laut Selatan, Mohamad Rian Hafiq Yuki.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan bahwa persoalan administrasi nelayan ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, perizinan seharusnya dipermudah agar tidak menghambat produktivitas nelayan.

“Nelayan jangan terus dibebani prosedur yang rumit. Persoalan administrasi harus dipermudah supaya mereka bisa fokus melaut,” tegas Widarto.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Insiden Sound System Karnaval di Jember Tabrak Pos Kamling, 3 Warga Terluka
Kasat Lantas Polres Jember Gerak Cepat Bantu Pemotor Alami Laka di Sukorambi
Cerita Penjual Sayur Petani Lokal Jember Keuntungannya Melonjak saat Pawai Budaya Ancak Agung
Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar
Laka Lantas Grandmax Tabrak NMax di Depan Kampus UNIPAR Jember
Laka Shogun Tertabrak Pengemudi Motor Supra di Tanggul Jember, 1 Orang Meninggal
Tabrakan Beat vs Mega Pro di Sukorambi Jember, Tiga Orang Luka
BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Baca Lainnya

Thursday, 27 August 2026 - 18:05 WIB

Insiden Sound System Karnaval di Jember Tabrak Pos Kamling, 3 Warga Terluka

Wednesday, 26 August 2026 - 19:16 WIB

Kasat Lantas Polres Jember Gerak Cepat Bantu Pemotor Alami Laka di Sukorambi

Wednesday, 26 August 2026 - 18:55 WIB

Cerita Penjual Sayur Petani Lokal Jember Keuntungannya Melonjak saat Pawai Budaya Ancak Agung

Tuesday, 25 August 2026 - 20:55 WIB

Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar

Tuesday, 25 August 2026 - 15:37 WIB

Laka Lantas Grandmax Tabrak NMax di Depan Kampus UNIPAR Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading