Warga Dusun Bunder Sumber Pinang Jember Alami Krisis Air Bersih Tahunan

Wednesday, 1 July 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiyo Riski Setiawan, Adik Ketua RT Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan  Pakusari, Jember, saat melihat kondisi sumur yang telah mengalami kekeringan (Foto: Fadli/Frensia).

Tiyo Riski Setiawan, Adik Ketua RT Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Jember, saat melihat kondisi sumur yang telah mengalami kekeringan (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Warga Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Jember, tengah mengalami krisis air bersih saat datangnya musim kemarau setiap tahun.

Kurang lebih ratusan Kepala Keluarga (KK) yang berada di RT 003 RW 013, kini harus menunggu bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, karena sumur warga telah kehabisan air.

Menurut pengakuan warga setempat, Tiyo Riski Setiawan, Adik Ketua RT Dusun Bunder, mengatakan bahwa ketika tiba musim kemarau, warga selalu kebingungan air bersih untuk memasak, mandi dan cuci baju.

“Kalau musim kemarau itu mesti tiap tahun kekeringan dari dulu di sini. Emang susah air di Dusun Bunder,” kata Tiyo, saat ditemui, pada Rabu (1/7/2026).

Menurut Tiyo, kekeringan ini hanya dialami oleh warga Dusun Bunder di wilayah Desa Sumber Pinang.

Sedangkan wilayah dusun lainnya, masih dalam kondisi aman untuk persediaan air bersih, meskipun di musim kemarau.

Baca Juga :  PERADI Desak Polri Usut Tuntas Kematian Pedagang Cermin di Pejompongan: “Bukan Semata-mata Musibah”

Tiyo mengaku sepanjang mengalami kirisis air bersih saat musim kemarau, warga desa hanya mendapat bantuan berupa tandon air dari pihak BPBD Jember.

Selain itu, bantuan tandon air juga didapat dari mahasiswa KKN.

Dia bercerita, bahwa dulu sebelum adanya bantuan tandon air, warga setempat harus mengantre air bersih yang dikirim oleh BPBD seminggu sekali.

“Jadi kayak warga-warga sini tuh ngumpulin ember gitu. Jadi diisi semua embernya, baru nanti jalan lagi ke sebelah gitu bantuannya,” tuturnya.

Menurut Tiyo, kondisi kekeringan ini sudah terjadi sudah dialaminya sekitar 3 bulan, saat momen pergantian musim.

Dalam memenuhi keperluan keseharian seperti memasak, mandi dan cuci baju, kini warga setempat harus terpaksa menumpang di kamar mandi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari.

Baca Juga :  LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

“Untuk mandi, terus juga ngambil air buat ngisi gentong buat minum gitu, nyuci di situ juga,” kata dia.

Sedangkan untuk kebutuhan air minum, warga setempat memakai air galon isi ulang.

DIJANJIKAN ADA SUMUR BOR

Berbeda cerita dengan Tiyo, Istri Ketua RW Dusun Bunder, Kusyati, mengatakan bahwa warga setempat pernah dijanjikan dibuatkan sumur bor oleh pihak pemerintah desa, ketika momen kampanye Pilkades.

“Kalau dari desa dulu akan dikasih sumur bor, tapi sampai sekarang nggak ada ini,” kata dia.

Menurut Kusyati, kondisi krisis air sudah dialaminya sejak tahun 1996 saat masih mempunyai anak pertama.

Dia juga bercerita pernah suatu waktu pengairan di sawah yang semula lancar, harus dibuat bergilir ketika memasuki musim kemarau.

“Kalau pertanian dibagi, kayak Sabtu mana, Minggu mana, dalam seminggu 2 kali,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta
Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi
PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember
LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

Baca Lainnya

Tuesday, 29 September 2026 - 17:35 WIB

Bea Cukai Jember Sita 126 Ribu Rokok Ilegal, Negara Diperkirakan Rugi hingga Rp105 Juta

Monday, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi

Saturday, 19 September 2026 - 22:46 WIB

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Thursday, 17 September 2026 - 22:40 WIB

Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading