Frensia.Id- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kerap kali diidentikkan dengan pemberian materi yang padat dan membosankan bagi siswa baru. Namun, pemandangan berbeda justru terlihat di SDN Banjarsengon 02, Jember.
Sekolah ini memilih cara unik dengan menerapkan konsep MPLS yang student-centered (berpusat pada murid) dan mengedepankan pendekatan humanis.
Berdasarkan Panduan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan MPLS SDN Banjarsengon 02 Tahun Pelajaran 2026/2027, keunggulan MPLS di sekolah ini memang bukan terletak pada banyaknya materi yang dijejalkan kepada siswa, melainkan pada esensi pelaksanaannya.
“Keunggulan MPLS SDN Banjarsengon 02 bukan terletak pada banyaknya materi, tetapi pada konsep pelaksanaannya yang benar-benar berpusat pada murid dan mengedepankan pendekatan humanis,” kata salah satu guru sekaligus staf bagian Kesiswaan di SDN 02 Banjarsengon, Lely Rosdiana, Selasa (14/7/2026).
Selanjutnya kata dia, pendekatan humanis itu dimulai dari persiapan matang panitia sebelum peserta datang. Kemudian dilanjutkan dengan penyambutan hangat murid di gerbang sekolah lewat budaya senyum, salam, dan sapa.
“Tidak berhenti di situ, proses pembelajaran aktif di dalam lingkungan sekolah juga sengaja dipadukan dengan ice breaking serta permainan edukatif agar anak-anak tidak merasa jenuh,” ujarnya.
Lely menambahkan, demi menjamin kenyamanan orang tua, pihak sekolah memberlakukan pengawasan penuh selama kegiatan berlangsung, yang kemudian ditutup dengan sesi refleksi di setiap akhir kegiatan.
“Seluruh rangkaian tersebut nantinya bermuara pada evaluasi harian dan penyusunan laporan sebagai bahan perbaikan yang berkelanjutan,” paparnya.
Menurut Lely, skema tersebut menunjukkan bahwa MPLS di SDN Banjarsengon 02 dengan jumlah peserta kelas 1 sebanyak 56 siswa, tidak hanya menjadi sekadar kegiatan seremonial tahunan. Melainkan sebuah proses nyata pembentukan karakter yang terus dipantau dan dievaluasi.
“Bagi kami, MPLS itu bukan kegiatan seremonial. Tapi adalah pembentukan karakter,” tambahnya.
Fokus utama dari MPLS unik ini adalah memberikan kesan pertama (first impression) sekolah yang menyenangkan, aman, dan membahagiakan. Melalui pendampingan emosional yang kuat, kata dia, sekolah ingin memastikan tidak ada murid yang merasa tertekan di hari-hari pertamanya.
“Keberhasilan MPLS tidak hanya diukur dari tersampaikannya materi, tetapi dari keberhasilan setiap murid merasa diterima, percaya diri, bahagia, dan siap menjadi bagian dari keluarga besar SDN Banjarsengon 02,” tandasnya.






