Frensia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, telah merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026, dengan komoditas penyumbang andil inflasi tahunan (year-on-year), yaitu emas perhiasan, beras, minyak goreng, bensin, daging sapi.
Adapun untuk komoditas emas perhiasan memberikan andil tertinggi, sebesar 0,60 persen dengan inflasi sebesar 35,31 persen.
Sedangkan komoditas penyumbang inflasi lainnya, yaitu beras dengan andil sebesar 0,24 persen, minyak goreng dengan andil sebesar 0,21 persen, bensin dengan andil 0,21 persen, dan daging sapi dengan andil sebesar 0,11 persen.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menyampaikan bahwa dari 5 komoditas tersebut, inflasi yang paling dirasakan masyarakat yaitu beras, minyak goreng, bensin, dan daging sapi.
Meskipun demikian, kata dia, komoditas emas memang memberikan andil inflasi terbesar secara statistik, tetapi perkembangan harganya, dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global dan tidak dikonsumsi secara rutin oleh seluruh rumah
tangga.
Menurutnya, pada Juli 2026, harga emas perhiasan meningkat sekitar 35,31 persen secara tahunan, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,60 persen, dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Juli 2025, dengan harga masih berada pada kisaran Rp 2,6 juta.
“Kenaikan ini memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi secara umum. Jadi, meskipun bukan kebutuhan pokok harian, lonjakan harga emas yang sangat tinggi mampu memberikan pengaruh besar terhadap inflasi tahunan,” kata Peni, saat dikonfirmasi pada Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, Peni mengatakan bahwa beras juga masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi, baik secara bulanan (month-to-month), tahun kalender (year-to-date), maupun tahunan (year-on-year).
“Kenaikan harga beras dipengaruhi faktor berakhirnya masa panen raya, produksi gabah mulai menurun, sehingga harga gabah di tingkat petani cukup tinggi dan terus mengalami kenaikan,” tuturnya.
Di sisi lain, inflasi tersebut, juga dipengaruhi adanya kenaikan biaya produksi, di mana sejumlah penggilingan mulai menghadapi kesulitan memperoleh pasokan gabah.
Selain itu, dari pihak petani mendorong kenaikan harga beras di pasaran.
BPS Jember mengimbau bahwa berdasarkan pola musiman beberapa tahun terakhir, komoditas yang perlu diwaspadai akan mengalami inflasi yaitu, beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, bensin dan komponen pendidikan apabila masih terdapat penyesuaian biaya sekolah.
“Faktor cuaca, kelancaran distribusi, dan keseimbangan pasokan-permintaan akan menjadi penentu utama perkembangan inflasi pada bulan-bulan berikutnya,” tegasnya. (*)






