Perjuangan Merisa, Siswi SMK di Jember Naik Bentor Tua 2 Kali Sepekan Demi Cuci Darah

Wednesday, 26 August 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merisa, Siswi kelas X SMK Muhammadiyah 4 Jember bersama kedua orang tuanya saat menaiki becak motor akan berangkat cuci.darah (Foto: Istimewa).

Merisa, Siswi kelas X SMK Muhammadiyah 4 Jember bersama kedua orang tuanya saat menaiki becak motor akan berangkat cuci.darah (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Di usia yang harusnya dipenuhi aktivitas belajar dan bermain, Merisa (16) justru harus berjuang melawan gagal ginjal.

Siswi kelas X SMK Muhammadiyah 4 Jember ini wajib menjalani kontrol dan cuci darah dua kali sepekan di rumah sakit.

Perjuangan Merisa untuk sembuh tidak mudah. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya tak selalu bisa menyewa kendaraan atau menggunakan ambulans.

Gadis asal Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Jember ini kerap terpaksa diantar menggunakan becak motor (bentor) tua milik ayahnya, Slamet.

Bentor tersebut merupakan becak tua yang dimodifikasi dengan sepeda motor lawas. Meski serbaterbatas, kendaraan itulah yang menjadi tumpuan Slamet untuk mengantar sang putri berobat.

“Yang penting bagaimana saya bisa mengantar Merisa ke rumah sakit. Saya hanya berharap kepada Allah, semoga anak saya bisa sembuh,” katanya, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga :  Siswa SMP Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai Bedadung Jember

Slamet yang bekerja sebagai tukang becak mengaku penghasilannya sangat tak menentu. Dalam sehari, ia kadang hanya membawa pulang uang Rp 20 ribu. Untuk sekadar makan sehari-hari saja, ia tak jarang harus berutang.

“Penghasilan saya sekitar Rp 20 ribu kalau ada penumpang. Untuk makan saja kadang harus pinjam. Tapi kalau anak sakit, bagaimanapun caranya harus tetap saya antar,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, jadwal cuci darah Merisa dua kali sepekan tak boleh terputus. Meski begitu, hingga kini belum ada petugas medis dari program pemerintah yang memantau langsung kondisi anaknya ke rumah.

“Pak Kepala Desa sudah tahu kondisi anak saya. Tapi sampai sekarang belum ada petugas medis yang datang ke rumah. Kami tetap berusaha sendiri kalau harus kontrol,” paparnya.

Baca Juga :  Geger Pekerja Tebang Tebu di Jember Temukan Tengkorak Manusia

Slamet menceritakan, bantuan ambulans dari relawan lokal sempat datang dan mengantar putrinya sebanyak empat kali. Namun setelah itu, dia harus kembali memutar otak agar Merisa tetap bisa berobat.

Dia juga mengaku tak paham mengenai program Home Care dari Pemkab Jember karena keterbatasan informasi dan ponsel yang ia miliki hanya sebatas untuk menerima telepon penumpang.

Kini, Slamet hanya berharap ada ulur tangan pemerintah atau dermawan, minimal untuk membantu operasional transportasi berobat sang anak.

“Kalau tidak bisa antar-jemput, kami bisa dibantu ongkos bensin. Itu saja harapan saya kepada Gus Fawait. Yang penting anak saya bisa tetap kontrol dan sembuh,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar
Laka Lantas Grandmax Tabrak NMax di Depan Kampus UNIPAR Jember
Laka Shogun Tertabrak Pengemudi Motor Supra di Tanggul Jember, 1 Orang Meninggal
Tabrakan Beat vs Mega Pro di Sukorambi Jember, Tiga Orang Luka
BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan
Terkecoh Lampu Tambak, Kapal Nelayan Terbalik di Jember: 1 Tewas, 3 Hilang
Pemotor di Jember Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari Mobil Box
Karyawan Toko Grosir di Jember Tewas Tertimpa Tumpukan Barang

Baca Lainnya

Wednesday, 26 August 2026 - 17:50 WIB

Perjuangan Merisa, Siswi SMK di Jember Naik Bentor Tua 2 Kali Sepekan Demi Cuci Darah

Tuesday, 25 August 2026 - 20:55 WIB

Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar

Tuesday, 25 August 2026 - 15:37 WIB

Laka Lantas Grandmax Tabrak NMax di Depan Kampus UNIPAR Jember

Monday, 24 August 2026 - 15:06 WIB

Laka Shogun Tertabrak Pengemudi Motor Supra di Tanggul Jember, 1 Orang Meninggal

Friday, 21 August 2026 - 23:02 WIB

Tabrakan Beat vs Mega Pro di Sukorambi Jember, Tiga Orang Luka

TERBARU

Gambar Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset (Sumber: Grafis Frensia)

Educatia

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Wednesday, 26 Aug 2026 - 09:15 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading