Frensia.Id- Gelaran Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Kabupaten Jember, tak sekadar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI. Event ini juga mendatangkan ‘angin segar’ bagi para pelaku usaha kecil dan petani lokal.
Berkah tersebut salah satunya dirasakan Salihatul Hasanah (53), petani terong asal Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari.
Tingginya kebutuhan warga untuk menyemarakkan acara membuat permintaan hasil panennya melonjak tajam.
“Alhamdulillah dengan adanya festival Ancak Agung ini sangat membantu kami sebagai pedagang sayur. Pasaran sayur jadi lebih banyak, terutama untuk kebutuhan masyarakat yang mengikuti atau mempersiapkan acara,” katanya saat diwawancarai, Rabu (26/8/2026).
Biasanya, Salihatul menjual terong hasil budidayanya kepada pelanggan yang datang ke rumah atau menyetorkannya ke pengepul untuk dikirim ke Pasar Tanjung.
Namun, saat momen persiapan Ancak Agung, membuat pembeli justru memborong langsung dari rumahnya.
“Yang paling terasa banyak pesanan yang langsung diambil ke rumah. Jadi kami tidak perlu membawa semua dagangan ke pasar. Selain lebih praktis, dagangan juga lebih cepat terjual,” ujarnya.
Bagi Salihatul dan para pedagang kecil lainnya, perhelatan budaya seperti Ancak Agung bukan sekadar hiburan rakyat. Melainkan penggerak roda ekonomi yang nyata di tingkat akar rumput.
“Kami tentu sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti Festival Ancak Agung ini karena tidak hanya memberikan acara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pedagang kecil seperti kami,” pungkasnya.







