FRENSIA.ID– Kebakaran melanda sebuah toko yang terhubung dengan rumah warga di wilayah Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jumat (28/08/26) dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Koordinator Damkar Genteng Sutikno mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 00.55 WIB. Laporan kemudian diterima petugas melalui Call Center Damkarmat Banyuwangi sekitar pukul 01.10 WIB.
Menurut Sutikno, setelah menerima laporan, petugas dari sektor Genteng dan Bangorejo langsung bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 01.20 WIB dan segera melakukan penanganan.
“Pantang pulang sebelum api padam,” kata Sutikno.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pengamatan untuk mengetahui sumber kobaran dan kondisi bangunan. Pemadaman kemudian dilakukan dengan mengerahkan dua jalur selang.
Sutikno menjelaskan, satu jalur pemadaman diarahkan ke sisi bangunan untuk mencegah api menjalar ke bangunan di sebelahnya. Sementara jalur lainnya digunakan untuk menjangkau bagian dalam bangunan hingga area atap.
Petugas terus melakukan penyemprotan air sampai kobaran api berhasil dikendalikan. Api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 01.37 WIB.
Setelah api padam, kata Sutikno, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim melanjutkan proses pendinginan atau overhaul untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang masih tersisa.
Area bangunan yang terbakar juga diperiksa secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan api kembali menyala sekaligus memastikan lokasi dalam kondisi aman.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas di lokasi, kebakaran diduga bermula dari bagian dalam toko. Sutikno menyebut dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi pada perangkat pendingin di dalam toko.
Kondisi kemudian diperparah dengan adanya letupan yang diduga berasal dari gas LPG. Api selanjutnya membesar dan menjalar ke bagian atap hingga mengenai bangunan rumah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut juga disebut segera membantu menyelamatkan penghuni rumah dan melaporkan kebakaran kepada petugas pemadam.
“Untuk dugaan sementara, api berasal dari dalam toko dan kemudian menjalar ke bagian rumah,” ujar Sutikno berdasarkan hasil asesmen awal petugas di lokasi.
Sutikno menambahkan, petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap area terdampak untuk memastikan tidak ada titik api maupun kondisi lain yang dapat membahayakan warga.
Bangunan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 10 meter x 8 meter. Sejumlah barang di dalam toko dan rumah turut terdampak, di antaranya sembako, tabung gas, bensin, lemari, serta bagian bangunan.
Kerugian akibat kebakaran tersebut untuk sementara ditaksir mencapai sekitar Rp 100 juta.
Dalam penanganan kejadian ini, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan personel dari sektor Genteng, sektor Bangorejo, dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Bangorejo. Total tujuh personel diterjunkan ke lokasi.
Petugas juga mendapat bantuan dari unsur Kecamatan Genteng, petugas penanganan bencana Kecamatan Gambiran, serta masyarakat setempat.
Sutikno mengatakan, setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas memastikan kondisi lokasi aman sebelum meninggalkan tempat kejadian.
“Setelah api benar-benar padam, kami lakukan pendinginan dan pengecekan kembali untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang bisa memicu api kembali,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman. Berdasarkan pemeriksaan awal Damkarmat, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyebabkan api membesar dan merambat ke bagian rumah. (Qhobid Z)







