Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan alasannya menginginkan Kabupaten Jember identik dikenal dengan daerah warna pink.
Dia mengakui bahwa setiap kepemimpinan di Kabupaten Jember selalu membawa warna identiknya masing-masing.
Dengan dipilihnya warna pink, kata dia, dinilai cukup netral, sehingga tidak begitu dominan pada satu partai, kalangan, organisasi masyarakat (ormas), bahkan agama.
“Sehingga harapan saya, sebetulnya pink ini bisa mewakili dan bisa identik dengan Jember dan hari ini, sudah mulai (dikenal) di nasional,” kata dia, dalam siniar YouTube Wadul Gus’e yang bertema “Milenial vs Gen Z”, pada Selasa (1/9/2026), malam hari.
Menurut bupati yang memiliki panggilan Gus Fawait itu, strategi membranding daerah salah satunya bisa dengan menggunakan simbol, termasuk dipilihnya warna pink untuk segala atribut dan infrastruktur Kabupaten Jember.
Meskipun demikian, kini pihaknya sedang mempertahankan simbol warna tersebut, agar terus tetap dikenal oleh masyarakat luas.
Sebab, warna pink yang identik dengan warna feminin, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan banyak disorot oleh masyarakat luar daerah, bahkan jadi bahan candaan.
“Warna pink menurut saya ini adalah sebuah keberanian dan konsekuensi,” ujarnya.
Untuk mempertahankan simbol itu, Gus Fawait mengibaratkan dengan nama merek ‘AQUA’ yang hingga kini dikenal oleh masyarakat, sebagai produk kemasan air minum
“Dulu Aqua pada waktu itu orang mencemooh, kenapa jual air kemasan?. Tapi pada akhirnya, hari ini di kalangan milenial jarang sekali, menurut saya yang beli nyebut air mineral,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata Gus Fawait, Kabupaten Jember hari ini perlu mempunyai brand warna yang tidak lekang oleh waktu, hanya karena perubahan kepemimpinan.
Dia berharap warna pink tersebut bisa terus berlanjut, meskipun periode kepemimpinan menjabatnya telah berakhir.
“Harapan saya nanti karena tidak identik dengan partai. (Warna) ini terus bisa berlanjut,” tegasnya. ***







