Frensia.id- Kasatkorcab Banser Kencong, Sahabat Ridwan Khamid memberikan kecaman keras terhadap salah satu Bos Sound Horeg, yang telah dengan sengaja menyebut “Kyai Goblok” kepada KH Ma’ruf Khozin.
Kecaman tersebut disampaikan oleh Ridwan, setelah beredarnya video viral dalam acara catatan demokrasi di TV One. Dimana salah seorang owner Sound Horeg dengan bahasa kasar merendahkan martabat sosok Kyai yang menjadi panutan di lingkungan warga nahdliyin.
“Pada intinya kita sebagai Barisan Ansor Serbaguna (Banser), putra-putri penggerak roda organisasi di Nahdlatul Ulama sangat menyayangkan dan mengecam keras atas ucapan yang disampaikan oleh orang tersebut kepada KH Ma’ruf Khozin representasi dari Kiai kita guru kita di Nahdlatul Ulama beliau alim kemudian dikatai bahwa itu suatu kegoblokan di khalayak umum itu kan mencerminkan orang yang kemudian tidak punya adab kepada orang yang alim, ya kan?” ungkap Kasatkorcab Banser Kencong pada Kamis (11/09/26).
Ridwan selaku Komandan Banser sangat menyayangkan ucapan yang disampaikan oleh Bos Sound Horeg. Ia mempunyai pandangan bahwa perbedaan pendapat wajar terjadi tetapi harus mengutamakan akhlak dan adab.
“Kita menyayangkan betul itu terjadi, gitu. Jadi, ya, apa namanya, pesannya ya kita boleh berbicara, boleh kemudian tidak bersependapat tetapi ya kita harus tetap mengutamakan akhlak dan adab”. Ungkapnya.
Dalam rangka tidak sepaham memandang sebuah realita, Ridwan menegaskan agar tidak terjerumus untuk menuruti hawa nafsu dan mengabaikan tendensi keilmuan saat berbeda pendapat.
“Daripada kemudian kita lebih terlihat dikuasai oleh hawa nafsu tanpa ada tendensi keilmuan, itu kan sangat bahaya dan itu mencerminkan bahwa apa yang diucapkan itu sesuai dengan realita yang di khawatirkan oleh para alim ulama berarti di dalamnya itu terdapat banyak apa namanya kemudorotan-kemudorotan kira-kira begitulah,” pungkasnya.
Pernyataan salah satu owner Sound Horeg menjadi buah bibir di sosial media dan dunia nyata. Ungkapan yang mengandung bahasa caci maki tersebut sangat tidak pantas diucapkan dan menjadi tontonan publik, lebih-lebih ketika ditujukan kepada seorang Kyai yang yang cukup representative di kalangan umat Islam.






