Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Thursday, 24 September 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Gumukmas, saat mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas, Jember. (Foto: Istimewa).

Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Gumukmas, saat mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas, Jember. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Gumukmas mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas, Jember. Langkah ini diambil usai puluhan siswa mengalami gejala dugaan keracunan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) kemarin hari. Sejumlah siswa mendadak mengeluh sakit usai menyantap menu program MBG. Minuman sari kedelai yang disajikan dalam menu tersebut diduga kuat menjadi pemicu munculnya keluhan para siswa.

Sidak dipimpin langsung oleh Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto bersama Sekretaris Kecamatan Eko Wahyu Septantono, Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso, serta jajaran anggota Koramil 0824/20.

Di lokasi, tim Satgas berkoordinasi langsung dengan Pengawas SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur dan tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember.

Camat Gumukmas Chairul Dwi Tjahjanto menegaskan, kedatangan mereka merupakan bentuk respons cepat pemerintah untuk memastikan fakta di lapangan dan mengawal penanganan kasus.

Baca Juga :  8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor

“Kami datang untuk menindaklanjuti kejadian kemarin. Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ini terang benderang,” katanya, pada Kamis (24/9/2026).

Chairul menambahkan, seluruh proses investigasi diserahkan kepada instansi yang berwenang, termasuk BGN dan BPOM. Dia menekankan pentingnya evaluasi total agar standar kelayakan pangan pada program MBG tetap terjaga.

“Kami berharap hasil pemeriksaan bisa segera memberikan kejelasan penyebabnya. Yang terpenting, keamanan dan kesehatan anak-anak harus jadi prioritas utama,” ujarnya.

Sebelumnya, keracunan massal tersebut diduga dipicu oleh hidangan susu kedelai yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiagung Gumukmas 2 di bawah naungan Yayasan Berkah Sugih Rezeki.

Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso membenarkan insiden tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian begitu menerima laporan serta beredarnya video keracunan di media sosial.

Baca Juga :  Pada Savic Ali, Ketua PC Fatayat NU Jember Nyatakan Siap Turun Jalan

“Kejadian bermula saat pendistribusian makanan MBG dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB kepada siswa. Namun, menu susu kedelai baru datang belakangan sekitar pukul 09.30 WIB,” ungkapnya.

Satu jam setelah menu susu kedelai dikonsumsi, atau sekitar pukul 10.30 WIB. Puluhan siswa mulai mengeluhkan sakit perut, pusing, hingga muntah-muntah.

Dari total 28 anak yang terdampak, sebanyak 12 siswa terpaksa dilarikan dan menjalani pemeriksaan intensif di Puskesmas Gumukmas.

Sementara itu, 16 siswa lainnya mendapatkan pertolongan pertama dari pihak sekolah dan asisten lapangan dengan diberi minum air kelapa muda serta obat ringan dari Puskesmas sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Ada 12 anak yang dibawa ke Puskesmas Gumukmas untuk perawatan, sedangkan 16 anak lainnya mendapat pertolongan pertama berupa air kelapa muda dan obat, kemudian dipulangkan,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemotor Tewas Usai Tabrakan dengan Dump Truk di Tegalsari Banyuwangi
Pada Savic Ali, Ketua PC Fatayat NU Jember Nyatakan Siap Turun Jalan
Selenggarakan Taswirul Afkar! Ketua Ansor Jember Dorong Pemuda NU Berpihak Pada Sipil
Semangati Aktivis PMII UIN KHAS Jember, Savic Ali: Kekuasaan Hari ini Sedang Frustasi
Demi Mutu Kampus! Prof Chotib, Calon Rektor UIN KHAS Dapat Dukungan Banyak Ormawa
PMII Nyatakan Dukungan pada Prof Chotib Sebagai Rektor UIN KHAS Jember
Konvoi Suporter Turnamen Futsal Wabup Cup Banyuwangi Telan Korban, Satu Tewas
Diterjang Angin Kencang, Atap Gedung KDKMP Sukomaju Banyuwangi Rusak

Baca Lainnya

Thursday, 5 November 2026 - 20:05 WIB

Pemotor Tewas Usai Tabrakan dengan Dump Truk di Tegalsari Banyuwangi

Wednesday, 4 November 2026 - 23:06 WIB

Pada Savic Ali, Ketua PC Fatayat NU Jember Nyatakan Siap Turun Jalan

Wednesday, 4 November 2026 - 21:09 WIB

Selenggarakan Taswirul Afkar! Ketua Ansor Jember Dorong Pemuda NU Berpihak Pada Sipil

Tuesday, 3 November 2026 - 14:06 WIB

Semangati Aktivis PMII UIN KHAS Jember, Savic Ali: Kekuasaan Hari ini Sedang Frustasi

Monday, 2 November 2026 - 13:35 WIB

Demi Mutu Kampus! Prof Chotib, Calon Rektor UIN KHAS Dapat Dukungan Banyak Ormawa

TERBARU

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, saat memberikan dokumen resmi kajian ilmiah terkait rekomendasi dalam muatan Rancangan Peraturan Daerah Ketentraman dan Ketertiban Umum (Raperda Trantibum), pada Komisi A DPRD Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

MUI Jember Desak DPRD Pertegas Penegakan Peraturan Sound Horeg

Thursday, 5 Nov 2026 - 16:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading