Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi D DPRD Kabupaten Jember, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember. (Foto: Istimewa).

Komisi D DPRD Kabupaten Jember, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Komisi D DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR) di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember.

Sidak digelar buntut kasus dugaan kekerasan terhadap tiga siswa yang melibatkan mahasiswa magang asal Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia (RI).

Bersama Dinas Pendidikan dan Dinsos PPPA Jember, rombongan dewan mengecek langsung fasilitas sekolah sekaligus memastikan kondisi psikologis serta kesehatan para siswa korban.

Ketua Komisi D DPRD Jember Sunarsih Khoris menyebut instansi terkait dan pihak sekolah bergerak proaktif sejak hari pertama insiden terjadi.

“Terkait kasus kemarin, ternyata dari pihak OPD dan SR juga sudah merekomendasi dan sudah menindaklanjuti,” katanya, Rabu (28/10/2026).

Dia menjelaskan, proses hukum terhadap terduga pelaku tetap berjalan di kepolisian. Polres Jember bahkan sudah menggelar olah TKP di lokasi pada Jumat pekan lalu.

Baca Juga :  Gus Fawait Targetkan Dana Perubahan APBD 2026 untuk Pengentasan Kemiskinan di Jember

Mengenai status terduga pelaku, Khoris menyebut dua mahasiswa Unhan tersebut sudah dikembalikan ke kampusnya karena masa magang dua pekan telah rampung. Namun, dia menegaskan proses hukum tidak berhenti.

Di sisi lain, kondisi fisik dan mental ketiga siswa dipastikan berangsur pulih. Mereka sudah kembali beraktivitas dan belajar di sekolah seperti biasa.

“Sudah sembuh dan sudah belajar semuanya ke sini dan sudah merasa nyaman dan tenang,” ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Komisi D DPRD Jember memberikan rekomendasi tegas agar insiden serupa tak berulang. Khoris menekankan Sekolah Rakyat menampung anak-anak dengan latar belakang luar biasa, sehingga seluruh pengajar maupun pendamping wajib bersikap lembut.

“Kami menginginkan bahwa sekolah adalah lembaga yang aman, nyaman, tenang, bahagia, sehingga semua yang masuk di sini, baik itu pengajar maupun tenaganya, harus lemah lembut,” paparnya.

Baca Juga :  Gus Fawait Usul Setiap Anggota DPRD Jember Punya Tenaga Ahli

Dewan juga mendesak pengelola Sekolah Rakyat memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan mahasiswa magang dari lembaga mana pun.

“Kami sangat berharap di lembaga SR ini benar-benar siapa pun yang mau praktik, mendampingi, mengajar, atau masuk, harus ada persyaratan-persyaratan khusus yang bisa menyenangkan siswa di sini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Komisi D memandang perlu adanya penambahan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan dan area yang minim jangkauan pengawasan langsung.

“Kami berharap di tempat-tempat yang sangat urgen dan tidak terjangkau pengawasan perlu ada CCTV. Harapan kami fasilitas ini bisa tersedia di seluruh titik yang membutuhkan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan
Tanggapan DPRD Soal 3 Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Jadi Korban Kekerasan
Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg
Pemkab Jember Perluas Layanan Kesehatan Gratis se-Jawa Timur, Targetkan 10.000 Pasien
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember Ajak Anggota Dewan Kembalikan Citra Legislatif di Hari Parlemen Nasional

Baca Lainnya

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

Monday, 26 October 2026 - 14:07 WIB

DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir

Saturday, 24 October 2026 - 22:24 WIB

PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

Saturday, 24 October 2026 - 16:56 WIB

Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading